Tingkat Hunian Hotel Turun Drastis di 2020, Untung Masih Ada yang Staycation

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 470 2339874 tingkat-hunian-hotel-turun-drastis-di-2020-untung-masih-ada-yang-staycation-ooDwaSxglq.jpg Hotel (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sektor perhotelan di wilayah Jakarta menjadi salah satu yang paling terkena dampak dari pandemi covid-19. Apalagi ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di mana aktivitas masyarakat dibatasi.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, dampak paling terasa dari sektor perhotelan terjadi pada April 2020. Ketika itu, merupakan waktu pertama kali virus corona (covid-19) terjadi di Indonesia, sehingga pemerintah melakukan kebijakan PSBB ketat.

"Secara umum kondisi hotel belum membaik Tingkat hunian turun cukup drastis terutama April 2020," ujarnya dalam acara konferensi pers virtual, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga: BPS: Hotel Bintang 5 Mulai Dipadati 

Setelah itu menurut Ferry, memang ada sedikit perbaikan dari sisi okupansi. Masyarakat mulai perlahan-lahan untuk memberanikan diri untuk menginap di hotel.

Menurut Ferry, secara khusus peningkatan hotel di daerah Jakarta terjadi ketika memasuki libur akhir pekan atau libur panjang (long weekend). Karena banyak masyarakat yang tinggal di wilayah penopang ibu kota melakukan staycation di ibu kota.

Sementara itu untuk kunjungan dari instansi pemerintahan angkanya relatif kecil. Termasuk juga dukungan okupansi dari perusahan-perusahaan yang angkanya masih relatif kecil dibandingkan kontribusi masyarakat biasa atau keluarga.

"Tapi kemudian terus membaik, terutama di Jakarta itu tiap ada long weekend ada beberapa market staycation. Artinya mereka yang menginap di hotel kebanyakan dari family. Ada support dari government tapi tidak terlalu banyak," jelasnya.

Namun lagi-lagi, jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, tingkat keterisian kamar masih sangat jauh di bawah. Di mana pada tahun 2019, tingkat keterisian kamar hotel di Jakarta relatif stabil meskipun beberapa momen sempat mengalami penurunan.

"Garis biru tingkat hunian 2019, garis merah 2020. Dan kalau kita bandingkan room rate yang bisa dicapai antara biru dan kuning jauh. Selama 2019 cenderung stabil. Kalau kita lihat yang kuning ini hapnya cukup jauh," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini