PSBB Jawa-Bali, Pengusaha: Mal Akan Banyak yang Tutup dan Dijual

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 470 2339990 psbb-jawa-bali-pengusaha-mal-akan-banyak-yang-tutup-dan-dijual-PF9QgXsKjg.jpg Mal (Foto: Ilustrasi Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Jawa hingga Bali. Kebijakan itu akan berlaku mulai pada tanggal 11 hingga 25 Januari 2020.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai dengan adanya PSBB itu berpotensi sejumlah mal dan pusat perbelanjaan menutup operasionalnya. Sebab, kini geliat perekonomian di sana situasinya belum kembali normal.

Baca Juga: Mal Sepi Efek Covid-19, Banyak Penyewa yang Bangkrut

"Akan ada potensi Pusat Perbelanjaan yang menutup usahanya ataupun menjualnya," kata Alphoz kepada Okezone, Rabu (6/1/2021).

Dia menjelaskan, pembatasan itu Terlambatnya kembali pergerakan ekonomi akan menjadikan kondisin usaha Pusat Perbelanjaan semakin terpuruk.

Baca Juga: Okupansi Anjlok, Mal Kian Sepi Gegara Covid-19

"Pembatasan tentunya akan mengakibatkan terhambatnya kembali perekonomian yang sebenarnya saat ini sudah mulai menghasilkan pergerakan meski masih berlangsung secara bertahap," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembatasan kegiatan akan kembali dilakukan pada tanggal 11 hingga 25 Januari 2020. Pembatasan dilakukan di wilayah-wilayah yang memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah.

Seperti angka kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional ataupun 3%, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata tingkat kesembuhan nasional yaitu di bawah 82%, tingkat kasus aktif di bawah rata-rata tingkat kasus aktif nasional yaitu sekitar 14%, dan tingkat keterisian rumah sakit atau bed ocupancy rate (BOR) untuk ICU dan isolasi yang di atas 70%.

Dia mengatakan bahwa pembatasan kegiatan tersebut meliputi:

1. Membatasi tempat kerja WFH 75%

2. KBM daring

3. Sektor yang terkait kebutuhan pokok masyarakat tetap 100% dengan berbagai pengetatan

4. Pembatasan operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00 WIB

5. Pembatasan pengunjung tempat makan-minum maksimal 25%

6. Pemesanan makanan secara take away dan delivery tetap diperbolehkan

7. Pekerjaan pembangunan konstruksi tetap 100% dengan prokes ketat

8. Pembatasan kapasitas di tempat ibadah maksimal 50% dengan prokes ketat

9. Fasilitas umum dan kegiatan sosbud dihentikan sementara

10. Kapasitas dan jam operasional moda transportasi diatur

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini