9 Fakta Jack Ma, Miliarder yang Dikabarkan Hilang Usai Kritik Pemerintah China

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 455 2341183 9-fakta-jack-ma-miliarder-yang-dikabarkan-hilang-usai-kritik-pemerintah-china-uXS7fcoWGx.jpg Jack Ma (Foto: Okezone)

JAKARTA - Miliarder China Jack Ma menghilang usai mengkritik pemerintah China. Bahkan, hilangnya Jack Ma dikabarkan sudah sejak bulan Oktober 2020. Sosial media Jack Ma pun nampak tidak ter-update sejak bulan tersebut.

Namun, kini tanda-tanda keberadaan Jack Ma mulai mencuat. Menurut sumber, Jack Ma tidak hilang, melainkan sedang bersembunyi.

Menanggapi hal ini, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa apa yang menimpa Jack Ma berkaitan dengan kritiknya terhadap pemerintahan China.

"Sebenarnya kalau melihat dari apa yang dikritikkan, bukanlah sesuatu yang sangat radikal, Jack Ma mendorong adanya perubahan regulasi yang intinya mendukung perusahaan agar bisa berinovasi dan tumbuh," ujar Yusuf saat dihubungi MNC News Portal di Jakarta, Senin (4/1/2021).

Baca Juga: Terungkap! Jack Ma Ternyata Tidak Hilang tapi Sembunyi 

Beragam spekulasi muncul, sosial media pun ramai menanggapi hilangnya Jack Ma. Berikut fakta-fakta terkait yang telah dirangkum Okezone terkait hilangnya Jack Ma, Sabtu (9/1/2021)

1. Dikabarkan Menghilang Sejak Akhir Oktober

 

Pendiri Grup Alibaba Jack Ma dikabarkan menghilang. Jack Ma tidak tampil di depan umum sejak dua bulan terakhir usai mengkritik pemerintah China dalam pidatonya.

Dikutip dari Antara, Rabu (6/1/2021), Jack Ma mengkritik sistem regulator China saat berbicara di sebuah forum di Shanghai, pada Oktober tahun lalu.

The Financial Times, dikutip dari Reuters, menuliskan Ma tidak tampil dalam acara "Africa's Business Heroes" pada November lalu. Jack Ma menjadi salah seorang juri dalam acara tersebut.

Juru bicara Alibaba menyatakan sang miliuner tidak bisa hadir pada acara tersebut karena masalah jadwal yang berbarengan dengan kegiatan lain.


2. Alasan Jack Ma Kritik Pemerintah China

Lima tahun lalu, Bank Sentral China, People’s Bank of China (PBOC) pernah berupaya meregulasi bisnis payment Ant Group yang semakin menggurita. Tapi, rencana bank sentral terbesar di dunia itu gagal berkat lobi-lobi Jack Ma di pemerintahan.

Karena itu, Jack Ma merasa percaya diri dengan kedekatannya dengan pemerintah China. Dia merasa sosoknya bisa membawa perubahan. Jack Ma berharap kritiknya akan bisa mengubah regulasi ketat di bidang finansial di China, sambil tetap mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

Tapi, ternyata Ma salah prediksi. Sikapnya mengkritik pemerintah China dan bank-bank di China terang-terangan di sebuah forum pada 24 Oktober silam dianggap melewati batas. Presiden Xi Jinping murka. Jack Ma kena batunya.

Dan Ma sendiri memang bermain api. Sebab, sebelum pidato kontroversialnya pada Oktober itu sebenarnya pemerintah China sudah berniat untuk memperketat regulasi keuangan. Terutama untuk mencegah risiko kegagalan sistemik pada ekonomi yang terdampak pandemi.

3. Pelajaran yang Bisa Diambil dari Hilangnya Jack Ma

Kritik yang satunya lagi adalah tentang kondisi perbankan yang dinilai oleh Jack Ma tidak baik. Pada dasarnya, lanjut Yusuf, kritik adalah hal biasa dalam kehidupan berdemokrasi.

"Adapun pelajaran yang bisa kita dapatkan dari kasus Jack Ma. Sebenarnya kritik terhadap pemerintah itu merupakan hal yang lumrah. Dalam konteks Jack Ma, justru kritik ini disampaikan untuk mendorong perekonomian China yang lebih baik," ungkapnya.

Seharusnya, menurut Yusuf, ruang-ruang kritik seperti ini bisa membuka mata pemerintah dimana seharusnya mereka melakukan perbaikan. Ketika pemerintah menerima kritik juga harus terbuka, tidak defensif, dan juga dari sisi yang mengkritik perlu menyampaikan kritik secara konstruktif menggunakan data pendukung sehingga diskurusnya bisa bermuara terhadap perbaikan kebijakan yang lebih baik.

4. Waspada Bisnis Alibaba di Indonesia

Pengamat Pemasaran dari Inventure Yuswohady mengatakan, masalah yang menimpa Alibaba secara manajemen tidak akan terlalu berdampak terhadap investasi yang telah dilakukan di Indonesia. Menurut dia, di bawah kepemimpinan CEO Alibaba Group, Daniel Zhang, bukanlah orang baru bagi raksasa asal China tersebut.

Menurut dia, yang menjadi masalah jika nantinya Alibaba disetir oleh negaranya. Hal ini akan memengaruhi arah kebijakan dari Alibaba. "Sehingga ketika pengaruh pemerintah masuk, maka tentu saja ekspansi ke Indonesia warnanya akan diwarnai oleh kepentingan negara. Misalnya, sektor-sektornya mesti dikaitkan dengan investasi dari China ke sini," ungkapnya.

5. Kondisi Kerajaan Bisnisnya

 

Sebagai informasi, Bisnis pertama Jack Ma yang diluncurkan pada 1999 ini menjadi awal kesuksesannya. Sebelum menjadi raksasa e-commerce seperti saat ini, Alibaba merupakan marketplace untuk B to B berukuran kecil dan sedang.

Tapi, hanya berselang beberapa tahun, pada 2020 Alibaba telah memiliki 1 juta pengguna dan mendapatkan suntikan dana dari perusahaan dunia seperti Goldman Sachs and SoftBank.

Kesuksesan Alibaba membawanya berhasil melantai di New York Stock Exchange pada 2014 dan meraup USD25 miliar pada initial public offering/IPO.

6. Banjir Berbagai Spekulasi di Medsos

 

Hilangnya pendiri Alibaba, Jack Ma, dari hadapan publik dalam dua bulan terakhir memicu spekulasi di media sosial terkait keberadaannya di tengah kerasnya peraturan China terhadap kerajaan bisnisnya. Jack Ma terlihat absen pada episode terakhir acara TV di mana ia seharusnya tampil sebagai juri.

Reuters, Rabu (5/1/2021) waktu setempat, mengatakan pengusaha terkenal China itu tidak muncul di hadapan publik sejak akhir Oktober di Shanghai. Saat itu ia mengecam sistem regulasi China dalam pidatonya, yang mengakibatkan penangguhan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) senilai $ 37 miliar dari anak usaha Alibaba, Ant Group.

Financial Times melaporkan pada hari Jumat (1/1) bahwa posisi Ma sebagai juri di episode terakhir pada bulan November dari acara permainan untuk wirausahawan yang d “Pahlawan Bisnis Afrika”, juga digantikan.

Meskipun liputan berita tentang ketidakhadiran Ma di hadapan publik memicu spekulasi di Twitter, yang diblokir di China, tetapi topik tersebut ternyata tidak menjadi trending topic di media sosial China daratan, di mana topik sensitif harus tunduk pada sensor.

7. Ahli Fengsui Ramal 2021 Bukan Tahun Baik bagi Pendiri Alibaba

Bisnis Jack Ma berada di bawah tekanan yang sangat besar. Namun hingga saat ini Jack Ma masih belum muncul ke publik selama berbulan-bulan.

Pakar Fengshui Suhu Yo mengatakan 2021 bukan menjadi tahun terbaik untuk Jack Ma. Mantan Pendiri Alibab Group ini diramalkan terpuruk dan akan hancur bisnisnya

"Kalau dilihat tahun ini bukan tahun yang bagus untuk Jack Ma. Bisnisnya bisa hancur," ujar Suho Yo saat dihubungi, Selasa (5/1/2021).

Lanjutnya, hilang Jack Ma ini dikabarkan sudah lama. Bahkan, kata dia Jack Ma saat ini tengah dipenjara oleh otoritas China.

Pakar Fengshui Suhu Yo mengatakan 2021 bukan menjadi tahun terbaik untuk Jack Ma. Mantan Pendiri Alibab Group ini diramalkan terpuruk dan akan hancur bisnisnya

"Kalau dilihat tahun ini bukan tahun yang bagus untuk Jack Ma. Bisnisnya bisa hancur," ujar Suho Yo saat dihubungi, Selasa (5/1/2021).

Lanjutnya, hilang Jack Ma ini dikabarkan sudah lama. Bahkan, kata dia Jack Ma saat ini tengah dipenjara oleh otoritas China.

8. Jack Ma Kehilangan Rp99 Triliun

Ma berfokus pada pasar dalam negeri dan dengan cara mengembangkan perusahaan Ant Group dari pembayaran ke investasi ke asuransi dan seterusnya. Namun, ambisi Ma tersebut harus terganjal oleh aksinya yang mengkritik pedas kebijakan pemerintah China dalam pidatonya pada 24 Oktober di Shanghai.

Ma menuduh regulator Beijing menahan inovasi. Pemerintah China pun membalas dengan cara yang spektakuler, menyebabkan Ma menangguhkan IPO-nya. Dalam dua bulan setelah pidatonya, Ma kehilangan sekitar USD7 miliar kekayaan bersih atau setara Rp99,4 triliun (mengacu kurs Rp14.200 per USD).

9. Kekayaannya Menurun

Pada pekan lalu, saham Alibaba anjlok hingga 8%. Tak hanya induk perusahaan, beberapa anak usaha Alibaba juga mengalami penurunan saham hingga 5,68% pada Senin, 4 Januari 2021.

Sementara itu kekayakan Jack Ma sudah terlihat turun. Selama ini bertengger di puncak harus turun ke posisi tiga dari daftar orang terkaya di China. Harta kekayaannya mencapai USD50,6 miliar setara Rp708 triliun berdasarkan Bloomberg Billionaires Index. Dalam tiga bulan terakhir, kekayaannya merosot hampir USD11 miliar atau Rp154 triliun.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini