6 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga, Terbuka dan Berbagi Beban

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Sabtu 09 Januari 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 09 622 2341604 6-cara-mengatur-keuangan-rumah-tangga-terbuka-dan-berbagi-beban-zDRP6cukcA.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Menjalani kehidupan baru setelah menikah tentu harus beriringan dengan mengatur finansial rumah tangga. Terbuka dan saling mengetahui kondisi finansial satu sama lain merupakan salah satu kunci kesuksesan mengelola keuangan dalam kehidupan rumah tangga.

Keuangan berdampak besar pada banyak pilihan gaya hidup pasangan. Setelah menikah, sebagian orang ada yang memilih untuk menggunakan rekening bersama atau masing-masing. Melansir dari Real Simple, Sabtu (9/1/2021) Berikut enam cara untuk menjadikan finansial rumah tangga yang lebih harmonis.

Baca Juga: Manfaatkan Hobi Jalan-Jalan, Begini Cara Sukses Jadi Travel Blogger Berpenghasilan

1. Saling Mengenal Keadaan Finansial

Saling terbuka dan mengenal keadaan finansial pasangan satu sama lain merupakan hal yang harus dilakukan dalam sebuah hubungan, terlebih suami istri. Penelitian menunjukkan bahwa memahami keadaan finansial masing-masing pasangan dapat membantu menumbuhkan lebih banyak penerimaan dan empati dalam hubungan. Jika sedang mengalami masalah keuangan, seperti pengeluaran yang membengkak, dan pasangan selalu emosi ketika membicarakannya, coba untuk konsultasi dengan terapis keuangan.

 

2.Membuka Rekening Bersama

Sebagian pasangan yang sudah menikah pasti memiliki rekening masing-masing. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses transaksi dan pemenuhan kebutuhan pribadi. Namun tidak ada salahnya untuk membuka satu rekening lagi atas nama bersama. Bisa digunakan untuk biya rumah, keperluan sehari-hari dan tabungan liburan.Dengan membuka rekening bersama, secara tidak langsung membangun kepercayaan antar satu sama lain.

3. Membagi Tagihan

Adil tidak selamanya 50 banding 50. Bisa disesuaikan dengan penghasilan yang dihasilkan satu sama lain. Selama pasangan saling merasa nyaman dengan pembagian tagihan, itu adil. Banyak penasihat keuangan menyarankan pembagian secara proporsional berdasarkan pendapatan. Kemudian setor bagian pembayaran dari gaji ke dalam rekening bersama.

4. Melunasi Utang Pasangan

Dalam 86 persen pernikahan, setidaknya satu dari pasangan tersebut memiliki utang. Meskipun pasangan tidak secara hukum bertanggung jawab atas hutang pasangannya. Namun harus selalu suportif dan membantu merencanakan strategi bagaimana melunasinya. Mungkin beberapa pengeluaran ada yang harus dikurangi, seperti memangkas biaya liburan atau tidak ada jadwal makan di luar. Jika ingin membantu memberikan bantuan uang untuk melunasi utang pasangan, pertimbangkan keuangan sendiri terlebih dahulu. Pastikan keadaan keuangan stabil dan tidak memiliki utang juga.

5. Mengevaluasi Keuangan Setiap Bulan

Sisihkan satu hari dalam satu bulan untuk membicarakan keadaan finansial rumah tangga. Jika memiliki rekening terpisah, lakukan transparansi kepada pasangan. Tinjau kembali selama satu bulan ini, pemasukan gaji berapa, dikeluarkan untuk apa saja. Bila perlu buat anggaran agar keuangan dapat dikontrol. Jangan lupa setelah gaji cair, sisihkan beberapa persen untuk tabungan atau investasi. Kemudian sisihkan untuk melunasi hutang jika ada. Siapkan juga dana darurat untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga. Barulah menggunakan sisanya untuk kehidupan sehari-hari

6. Merencanakan Hari Tua

Selain untuk kebutuhan sehari-hari, sisihkan pendapatan untuk tabungan masa tua. Dri penghasilan yang didapat usahakan ditabung atau diinvestasikan. Jika tidak uang akan habis begitu saja. Nah disitulah perah penting tabungan dan investasi masa tua, selain untuk mengelola keuangan, juga dapat menjadi aset untuk masa depan. Tabungan dan investasi yang dipunya akan menjamin kehidupannya kelak di masa tua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini