Musim Hujan, Ini 7 Cara Mengatasi Plafon Bocor

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Minggu 10 Januari 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 10 470 2341943 musim-hujan-ini-7-cara-mengatasi-plafon-bocor-ieS5R1ddI8.jpg Musim Hujan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Memasuki musim penghujan, tak jarang pemilik rumah direpotkan dengan masalah kebocoran plafon. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan, dan jika didiamkan terus-menerus akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah.

Salah satu kebocoran yang sering terjadi adalah kebocoran di plafon. Air yang menetes dari langit-langit bisa menyebabkan drywall (gypsum) pada plafon melengkung atau bahkan berubah warna.

Dilansir dari The Spruce Jakarta, Minggu (10/1/2021), salah satu penyebab kebocoran atap bisa disebabkan oleh kerusakan pada sistem atap. Berikut ini, cara-cara mengatasi kebocoran pada plafon.

 

1. Identifikasi Kebocoran Atap

Apabila tanda-tanda kebocoran berasal dari langit-langit yang berada tepat di bawah loteng atau langsung di bawah permukaan atap, bisa jadi penyebabnya ada kerusakan atau lubang pada genteng. Selain itu, kebocoran juga bisa disebabkan oleh sistem pipa atau AC dengan kondensor di loteng saat tidak berfungsi dengan baik atau dalam situasi tertentu.

Baca Juga: Musim Hujan, Begini 3 Cara Mengatasi Atap Rumah Bocor 

2. Minimalkan Kerusakan Lebih Lanjut

Ketika melihat perubahan warna atau tanda-tanda air menetes, ketahuilah bahwa mungkin ada lebih banyak air tersembunyi di atas drywall. Minimalkan kerusakan lebih lanjut dengan mengebor lubang di langit-langit yang rusak dan biarkan air mengalir ke dalam ember.

Drywall yang lembab akan mengering dengan baik jika air dikeluarkan dengan cepat. Namun, jika air menggenang dalam waktu yang lama, akan menyebabkan jamur dan kerusakan plafon yang lebih parah.

 

3. Memperbaiki Kebocoran Atap

Relatif mudah untuk memperbaiki kebocoran atap. Hanya dibutuhkan sedikit semen atap untuk menutup lubang. Atau mungkin membutuhkan penggantian atap yang sudah tua dan tidak lagi menumpahkan air. Siapkan beberapa alat seperti semen atap, kape, pistol pendempul, dan lainnya.


4. Temukan Lokasi Kebocoran

Jika memiliki akses ke loteng, cari lokasi di mana air menetes. Kebocaran dapat dilihat dari perubahan warna atau air mengalir pada plafon. Saat telah menemukan titik tempat masuknya air melalui atap, tusuk kawat logam melalui lubang tersebut sehingga akan terlihat dari permukaan luar atap.

5. Perbaikan Atap

Perbaikan atap, sebenarnya tidak bisa dianggap enteng, karena melibatkan pengerjaan atap beberapa meter di atas tanah. Sebagian besar pemilik rumah lebih memilih spesialis atap atau professional untuk menangani perbaikan tersebut.

Namun, jika memiliki atap rendah dan relatif datar, perbaikan bisa dilakukan sendiri. Perbaikan flashing atau penggantian genteng sebaiknya diserahkan kepada profesional, tidak peduli seberapa mudah diaksesnya atap.

6. Gunakan Tangga yang Stabil

Penting untuk melakukan perbaikan ketika cuaca kering. Jangan pernah memanjat atap yang basah. Cari tempat yang sebelumnya sudah ditandai sebagai lokasi kerusakan. Kumpulkan alat perbaikan dan persediaan untuk diletakan di dekat area yang rusak.

7. Tambal Area Rusak

Aplikasikan semen atap pada area yang rusak. Dengan tusukan kecil, perbaikan dapat dilakukan dengan mengoleskan semen atap di atas lubang untuk menyumbatnya. Pada kondisi kerusakan yang lebih besar, mungkin mengharuskan untuk mengganti atap secara keseluruhan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini