Pengunjung Mal Sempat Naik tapi Merosot Lagi Imbas PPKM

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 320 2343909 pengunjung-mal-sempat-naik-tapi-merosot-lagi-imbas-ppkm-xApl7DjpcB.jpg Mal (Foto: Ilustrasi Okezone.com)

MALANG – Sebelum pemberlakuan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pelaku usaha restoran dan pengelola mal menyatakan sempat mengalami kenaikan pengunjung. Apalagi saat menjelang libur natal hingga awal tahun 2021, namun semua berbalik ketika pemerintah menerapkan pemberlakuan PPKM.

“Yang lalu belum ada PPKM mulai pulih, kita sudah punya angin segar untuk dunia kuliner di Malang, adanya peningkatan pandemi, diberlakukan PPKM kami sangat terpukul kembali,” ucap Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Malang Indra Setiyadi, pada Rabu sore (13/1/2021).

Baca Juga: Orang Tak Takut Covid-19 tapi Girang Dapat Bansos Rp600.000

Bahkan Indra menyebut PPKM ini cukup memukul para pelaku usaha kuliner, termasuk dirinya. Bagaimana tidak kerugian di tahun 2020 saja disebutnya belum berhasil kembali, tapi di awal 2021 pemberlakuan PPKM membuat pelaku usaha kian mengencangkan ikat pinggangnya.

“Untuk menutupi kerugian di 2020 itu belum nutup, walaupun dapat dana hibah dari Kementerian Pariwisata, itu hanya nutup sebagian kecil dari kerugian kita. Adanya PPKM ini sangat terpukul pasti semuanya sudah merasakan,” tutur Indra.

Baca Juga: BLT Orang Sakit Boleh Diambil Ahli Waris

Di pusat perbelanjaan pun mengalami hal yang sama, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Suwanto mengungkapkan sempat mengalami kenaikan pengunjung dan perputaran ekonomi yang lebih tinggi.

“Beberapa mal sudah mulai ada yang bangkit, meski ada beberapa mal yang masih ada jauh (tingkat pengunjungnya). Kemarin istilahnya sudah mulai bangkit naik. Namun adanya pembatasan PPKM saat ini ya turun-lah,” ujar Suwanto.

Suwanto mengaku pemberlakuan jam malam ada sangat memberatkan pihaknya, meski di satu sisi langkah pemerintah tersebut dikatakannya mampu meminimalisir penularan Covid-19 di Malang raya, yang tengah meningkat drastis.

“Jam ramai (mal) di atas jam 18.00 – 21.00 WIB, boleh dikatakan di situ masyarakat pada belanja untuk kebutuhan, makan, dan melakukan aktivitas. Dimana - mana di mal-mal jam ramainya ya jam 18.00 WIB ke atas, ini baru mulai ramai pukul 20.00 WIB, mulai tutup di Batu bahkan pukul 19.00 harus sudah tutup,” terangnya.

“Buat kami merasa berat tapi kami berpikir pemerintah juga memikirkan kesehatan masyarakat, kami bisa mengerti,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini