Bertemu Menlu China, Luhut Ingin Kereta Cepat Diperpanjang hingga Surabaya

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 320 2344190 bertemu-menlu-china-luhut-ingin-kereta-cepat-diperpanjang-hingga-surabaya-cDUUY8p9pU.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berharap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dapat diperpanjang menjadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya.

Hal ini dia sampaikan saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri (Menlu), China Wang Yi di Sumatera Utara.

Baca Juga: Proyek Kereta Api Cepat Malaysia-Singapura Dibatalkan

"Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kepada Presiden Xi Jinping agar RRT dapat berpartisipasi dalam proyek tersebut," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/1/2021).

Dia menjelaskan untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, investor China diminta turut mengembangkan SDM lokal, mulai dari memberikan pelatihan vokasi untuk 11 bidang, seperti terkait Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data, Electric Vehicle, dan manufaktur baterai.

Baca Juga:  7 Fakta Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, RI Harus Belajar dari China

"China juga telah berkomitmen untuk mendirikan politeknik industri dan pemerintah China merencakan untuk meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari pelajar Indonesia, ditambah dengan pertukaran tenaga pengajar dan magang kerja," ungkap dia.

 

Pemerintah Indonesia saat ini juga berharap dapat bekerja sama dengan China untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), Pendidikan, dan Industri di Indonesia. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk penyerapan keberhasilan Tiongkok sebelumnya dalam pengentasan kemiskinan.

"Kami harap kedua negara dapat bekerja untuk mendorong realisasi dari program ini," tandas dia.

Investasi China di Indonesia telah memenuhi 4+1 Rule of Thumb yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, yakni ramah lingkungan, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja dengan menggunakan tenaga kerja lokal, menciptakan nilai tambah, dan model kerja sama business to business (B2B).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini