70% Penduduk Indonesia Disuntik Vaksin Covid-19, Ekonomi Bakal Bergeliat

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 320 2344660 70-penduduk-indonesia-disuntik-vaksin-covid-19-ekonomi-bakal-bergeliat-28rxpIbluw.jpeg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional kembali bergeliat pada 2021 meski dibayangi pandemi Covid-19.

Keyakinan itu seiring dengan target pemerintah untuk melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 185 juta orang dari total jumlah penduduk Indonesia sepanjang tahun ini.

Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KP-PEN) Raden Pardede mengatakan, sebanyak 70% masyarakat Indonesia akan disuntik vaksin Covid-19. Jika target itu mampu direalisasikan pemerintah, maka geliat ekonomi nasional secara perlahan tumbuh positif di tahun ini.

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Dimulai, Ini Harapan Pengusaha 

Asumsi itu didasari pada aktivitas atau mobilisasi masyarakat yang secara perlahan kembali pada kondisi normal. Dengan begitu, pergerakan barang dan komoditas lainnya juga ikut bergerak. Tentu, hal ini menjadi instrumen utama yang memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi Tanah Air

"Vaksin ini akan memberikan imunitas jadi kalau kita mendapatkan herd immunity atau sekitar 70% kita vaksinasi penduduk kita, maka mereka akan bisa melakukan aktivitas normal, ini yang paling penting," ujar Raden dalam acara The Indonesia Economic Club yang disiarkan secara live di iNews TV, Kamis (14/1/2021) malam.

Pardede kembali menyinggung bahwa kontraksi ekonomi Indonesia sepanjang 2020 disebabkan pergerakan masyarakat dan sektor industri menjadi terbatas akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di mana, kebijakan itu untuk menekan penyebaran virus corona. Namun, langkah itu justru membuat ekonomi Indonesia terjerembab dalam jurang resesi.

"Karena apa yang kita lihat di tahun 2020, pada saat kita kena pandemi yang terjadi adalah kita melakukan PSBB, intinya mobilitas manusia dan barang menjadi terbatas," kata dia.

International Monetary Fund atau Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia telah merespon tekanan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh pandemi dengan paket kebijakan yang komprehensif dan terkoordinasi.

Lembaga ekonomi dunia itu melihat ekonomi Indonesia akan berada pada zona positif, di mana, ekonomi mulai mengalami rebound pada semester kedua 2020. Dengan demikian, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 4,8% pada 202. Kendati begitu, proyeksi IMF ini jauh lebih rendah dari bacaan pada Oktober 2020. Saat itu, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh 6,1% pada 2022.

IMF memandang pelaksanaan vaksinasi yang lebih cepat dan luas sebagai risiko kenaikan di dalam pertumbuhan, sementara penundaan dapat menyebabkan pandemi yang lebih berlarut-larut dan ini adalah risiko terjadinya penurunan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini