5 Fakta Tarif Tol Naik di Tengah Covid-19

Iffa Naila Safira, Jurnalis · Sabtu 16 Januari 2021 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 320 2344934 5-fakta-tarif-tol-naik-di-tengah-covid-19-8f3C4cOCGb.jpg Tarif Tol Jasa Marga Disesuaikan. (Foto: Okezone.com/Jasa Marga)

JAKARTA - Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menyebut, kenaikan tarif tol dilakukan sebagai wujud kepastian pengembalian investasi sesuai business plan dan membangun iklim investasi jalan tol yang kondusif.

Oleh karena itu, perseroan pun melakukan penyesuaian tarif pada beberapa ruas. Di mana hal ini mulai berlaku pada 17 Januari 2020.

Ada sejumlah fakta menarik tentang tarif jalan tol meski pandemi masih ada. Berikut fakta yang sudah dirangkum Okezone, pada Sabtu (16/1/2021).

1. 6 Ruas Tol Alami Penyesuaian Tarif

Keenam ruas tol yang mengalami penyesuaian tarif, Jakarta Outer Ring Road/JORR (E1, E2, E3, W2U, W2S dan Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami), Cikampek-Padalarang (Cipularang), Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi), Semarang Seksi A,B,C, Palimanan-Kanci (Palikanci), dan Surabaya-Gempol (Surgem). Payung hukum pemberlakuan tarif baru pada enam ruas tol tersebut telah ditetapkan.

2. Tarif Tol Akan Tetap Naik Walau Ada Covid-19

PT Jasa Marga (Persero) akan melakukan penyesuaian pada tarif tol yang dioperasikan. Meskipun saat ini kondisi di dalam negeri sedang dilanda pandemi corona (covid-19).

Adapun untuk kenaikan tarif tol harus mengajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang disesuaikan dengan angka inflasi.

3. Daftar dan Besarannya Tarif Tol yang Alami Penyesuaian

Penyesuaian tarif untuk JORR, Cipularang dan Padaleunyi masih menyesuaikan dengan besaran inflasi. Di mana di ruas Cipularang dan Padaleunyi juga memberlakukan rasionalisasi tarif, yang merupakan penataan kelompok tarif dari semula 5 kelompok tarif untuk 5 golongan kendaraan menjadi 3 kelompok tarif untuk 5 golongan kendaraan.

Cipularang penurunan besaran tarif berlaku untuk Golongan III yang semula Rp79.500 menjadi Rp71.500, dan Golongan V yang semula Rp119.000 menjadi Rp103.500 atau turun sebesar 13%. Sementara untuk Ruas Padaleunyi penurunan besaran tarif berlaku pada Golongan V yang semula Rp26.000 menjadi Rp23.500 atau turun sebesar 10%, dan tarif Golongan III tetap atau tidak ada kenaikan.

4. Integrasi Tol Cikampek

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan integrasi tarif Tol Jakarta Cikampek II Elevated alias Tol Layang. Dengan integrasi ini, tarif Tol Japek pun mengalami kenaikan.

Penyesuaian tarif tersebut diberlakukan mulai 17 Januari 2021 pukul 00.00 WIB. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian mulai pulih, apalagi program vaksinasi virus Corona atau Covid-19 mulai dilaksanakan sejak Rabu, 13 Januari 2021 kemarin.

"Jadi dengan harapan pada penanganan pandemi melalui program vaksinasi maka akan diberlakukan penetapan tarif terintegrasi ruas Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Cikampek II Elevated pada 17 Januari tahun 2021, 00.00 WIB," ujar Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Vera Kirana.

5. Selain Jasa Marga, Tol Waskita Juga Ikut Naik

Selain itu, pada ruas Tol Jakarta-Cikampek yang terintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated juga mengalami penyesuaian tarif.

"Sedangkan, ruas yang dikelola Waskita Toll Road yakni Pejagan-Pemalang dan Kanci Pejagan. Ini Surat Keputusan (SK), sudah keluar tahun 2020 dan belum penerapan penyesuaian tarif," tandas Kepala Bagian Umum BPJT Kementerian PUPR Mahbullah Nurdin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini