Tertekan Dolar AS, Harga Emas Anjlok 1%

Sabtu 16 Januari 2021 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 320 2345391 tertekan-dolar-as-harga-emas-anjlok-1-abjVo2asYi.jpg Harga Emas Turun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

CHICAGO - Harga emas turun lebih dari 1% pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Hal ini menjadi penurunan mingguan kedua berturut-turut karena nilai tukar dolar AS melanjutkan penguatan.

Kenaikan kurs dolar membayangi daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi setelah Presiden terpilih AS mengusulkan paket stimulus baru USD1,9 triliun.

Baca Juga: Harga Emas di Atas USD1.700, Tarif Royalti Akan Dinaikkan

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange jatuh USD21,5 atau 1,16% menjadi USD1.829,90 per ounce. Emas berjangka terangkat USD10,7 atau 0,58% menjadi USD1.854,90 dolar AS per ounce.

Indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya menguat atau menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2020. Hal inilah yang membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Baca Juga: Harga Emas Naik Rp1.000, Paling Murah Rp528.500

"Serangan penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil (obligasi) AS telah memicu koreksi jangka pendek," kata Analis Standard Chartered Suki Cooper, dikutip dari Antara, Sabtu (16/1/2021).

Presiden terpilih AS Joe Biden menguraikan proposal paket stimulus USD1,9 triliun. Biden pun akan mulai menjabat Rabu (20/1/2021).

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas, lonjakan imbal hasil obligasi baru-baru ini telah menantang status tersebut karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 93,6 sen atau 3,63% menjadi USD24,866 per ounce. Platinum untuk pengiriman April anjlok USD36,5 atau 3,24% menjadi USD1.089,9 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini