6 Fakta PPKM, Mal Kian Sepi Pengusaha pun Merugi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 17 Januari 2021 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 320 2345392 6-fakta-ppkm-mal-kian-sepi-pengusaha-pun-merugi-qhTHtPcSec.jpg Pengunjung Mal Masih Sepi di Awal 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk melakukan Pemberlakuan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah Jawa hingga Bali. Kebijakan itu akan berlaku mulai pada tanggal 11 hingga 25 Januari 2020.

Pengusaha mal pun meradang ketika aturan itu diterapkan karena mereka merasa akan menggangu kegiatan usahanya. Terkahit hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik untuk diulas, Jakarta, Minggu (17/1/2021).

1. Mal Akan Banyak yang Tutup dan Dijual

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai dengan adanya PSBB itu berpotensi sejumlah mal dan pusat perbelanjaan menutup operasionalnya. Sebab, kini geliat perekonomian di sana situasinya belum kembali normal.

"Akan ada potensi Pusat Perbelanjaan yang menutup usahanya ataupun menjualnya," kata Alphoz kepada Okezone, Rabu (6/1/2021)

2. PPKM Akan Menghambat Pemulihan Ekonomi di Pusat Perbelanjaan

Dia menjelaskan, pembatasan itu Terlambatnya kembali pergerakan ekonomi akan menjadikan kondisin usaha Pusat Perbelanjaan semakin terpuruk.

"Pembatasan tentunya akan mengakibatkan terhambatnya kembali perekonomian yang sebenarnya saat ini sudah mulai menghasilkan pergerakan meski masih berlangsung secara bertahap," ujarnya.

3. Rugi Miliaran Rupiah tanpa PHK Karyawan, Pengusaha Mal Tercekik

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang raya Suwanto mengakui, ada keluhan kerugian yang dialami para pengelola mal di tengah penerapan PPKM di Malang raya, meski baru memasuki hari ketiga. Namun Suwanto belum dapat menyebut berapa nominalnya mengingat PPKM baru berjalan hari ketiga dan belum mendapat laporan dari anggotanya.

"Kami belum bisa menghitung kerugian itu, yang pasti kalau kami kumpulkan setiap malnya bisa ratusan (juta), bahkan sampai miliaran Rupiah pastinya," keluh Suwanto saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia pada Rabu (13/1/2021).

4. Ini Beban Paling Besar yang Ditanggung Para Pengusaha Mal

Sejumlah hal yang jadi titik kerugian lanjut Suwanto, yakni pada beban operasional dan penangguhan biaya sewa gerai. Mengingat ada beberapa gerai di mal yang tak mencapai target penjualan sehingga harus mengajukan keringanan sewa.

"Sementara ini belum bisa diukur hanya 2 hari, karena secara bisnis ini belum bisa diukur dalam 2 hari, cuma sudah ngeluh berat operasional dan beberapa ada pengajuan keringanan sewa dan servisnya segala macam," ungkap Suwanto kembali.

5. Jumlah Pengunjung Mal Turun hingga 50%

Suwanto mengungkapkan, angka penurunan pengunjung di sejumlah mal Malang raya cukup signifikan. Mulai dari kisaran 20%- 30$, bahkan beberapa mal saat ini tingkat pengunjungnya tak lebih dari 50% saat pemberlakuan PPKM.

6. Begini Strategi Pelaku Usaha Mal saat PPKM

Suwanto menyatakan pihaknya dan sejumlah pengelola mal lainnya telah berhitung dan mengutak – atik keperluan operasional yang bisa dikurangi untuk meminimalisir pengeluaran.

“Belum (efisiensi pengurangan karyawan) masih berhitung, kami masih mencoba mengutak-atik, jangan sampai ada pengurangan karyawan, kami utak – atik, untuk tekan operasional,” ujar Suwanto usai dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Rabu sore (13/1/2021).

Salah satu arus keuangan yang dilakukan perhitungan pada sisi operasional teknis mal, dimana beberapa hal yang bisa ditekan akan dikurangi.

“Kami lakukan adalah yang pasti akan ada beberapa efisiensi di pos - pos lain, yang memungkinkan untuk bisa di-cut pembiayaan operasional. Misalnya AC yang nyalanya mulai mal buka, mungkin baru 1 - 2 jam setelah mal buka baru kami nyalakan. Gitu yang kami lakukan, semoga membantu, jangan sampai ada lagi perumahan karyawan,” terangnya.

Sedangkan bagi restoran dan pelaku usaha kafe yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Malang Indra Setiyadi, dirinya hanya bisa bertahan sekuat tenaga, sambil menghitung uang tabungan untuk membiayai beban operasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini