Lampaui Target, Produksi Batu Bara 2020 Capai 561 Juta Ton

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Sabtu 16 Januari 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 320 2345441 lampaui-target-produksi-batu-bara-2020-capai-561-juta-ton-qO3d3ZCatE.jpg Relaisasi Produksi Batu Bara Lampaui Target. (Foto: Okezone.com/Koran Sindo)

JAKARTA - Realisasi produksi batu bara dalam negeri mencapai 561 juta ton atau 102% dari target 550 juta ton pada 2020. Sementara untuk pemanfaatan batu bara domestik terealisasi 85% dari target 155 juta ton, yaitu 132 juta ton.

Jumlah ini telah memenuhi kebutuhan batu bara untuk kepentingan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO). Penurunan realisasi DMO ini diakibatkan konsumsi oleh PLN juga menurun selama pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sanksi DMO Dihapuskan, Begini Respons Pengusaha Batu Bara

"Kita masih punya cukup banyak batu bara, untuk itu kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan perekonomian namun dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan dari batu bara," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaludin pada konferensi pers virtual, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Hilirisasi Batu Bara, Pengusaha Bakal Diguyur Insentif

Selain produksi dan pemanfaatan batubara, Ridwan juga memaparkan produksi dan pemanfaatan mineral dalam negeri. Tercatat, produksi hasil pengolahan dan pemurnian nikel pada tahun 2020 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Realisasi produksi feronikel pada 2020 adalah 1,462 juta ton; Nickel Pig Iron (NPI) sebesar 860,5 ribu ton; dan nickel matte 91,7 ribu ton. Sementara realisasi produksi katoda tembaga adalah 268,6 ribu ton; emas 65,9 ton; perak 335,2 ton; dan timah sebesar 52,5 ribu ton.

Dibandingkan dengan rencana tahun 2020, lanjut Ridwan, realisasi pemanfaatan beberapa komoditas mineral mengalami peningkatan. Realisasi pemanfaatan emas mencapai 112,7% atau 37,1 ton; perak 100,9% atau 79,4 ton; timah 290,4% atau 2,9 ribu ton; feronikel 337% atau 337 ribu ton; dan NPI 73,7% atau 411 ribu ton. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini