UMKM Indonesia Ekspor 48 Ton Biji Meje ke Vietnam

Michelle Natalia, Jurnalis · Sabtu 16 Januari 2021 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 16 455 2345449 umkm-indonesia-ekspor-48-ton-biji-meje-ke-vietnam-LdmuHC9PaK.jpg RI Ekspor Biji Mete ke Vietnam. (Foto: Okezone.com/Foxnews)

KENDARI – Koperasi Konami Bina Sejahtera berkolaborasi dengan pelaku UMKM, kelompok tani, dan BUMDes melepas ekspor 48 ton biji mete asal Provinsi Sulawesi Tenggara ke Vietnam sebagai negara tujuan ekspor.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan mengatakan biji mete atau Anacardium occidentale yang diekspor dengan nilai perdagangan sekitar Rp939 juta ini diberangkatkan melalui Pelabuhan New Port Kendari.

"Ini adalah pelepasan ekspor produk biji mete yang diproduksi para pelaku UMKM di Buton Utara dan Koperasi Konami Bina Sejahtera yang menghimpun dan mengekspornya ke Vietnam," ucap Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan di Jakarta, Sabtu (16/1/2021).

Baca Juga: Produk UMKM Bakal Mejeng di Ajang MotoGP 2021 Mandalika

Baginya, ini memberikan indikasi bahwa ekonomi kerakyatan bisa berjalan dengan baik. "Ini merupakan kolaborasi antara UMKM dan koperasi untuk bisa memasuki pasar dunia," bebernya.

Menurutnya, hal itu bisa dilakukan asalkan ada komitmen dari semua pihak, termasuk Pemda. "Dengan begitu, semua permasalahan teknis yang dihadapi koperasi bisa dibantu secara proporsional," katanya .

Bagi Koperasi Konami Bina Sejahtera, ini merupakan program untuk memberikan dan membangun nilai tambah produk-produk unggulan yang ada di Buton Utara.

Baca Juga: Platform Digital Jadi Kunci Produk RI Masuk Pasar China

Dalam hal ini, sejak 2017, Koperasi Konami Bina Sejahtera sebagai pendamping dari kelompok-kelompok tani, BUMdes, dan pelaku usaha. Mulai dari kelembagaan, standarisasi produk, hingga pemasaran. Sehingga, mampu meningkatkan skala ekonomi dari produl yang dihasilkan para kelompok tani dan BUMDes.

Sementara Kepala Karantina Pertanian Kendari N Prayatno Ginting menjelaskan, ekspor kali ini terlaksana atas kerjasama Pemda Buton Utara dan pengusaha.

"Kami selaku otoritas karantina memfasilitasi ekspor dengan memastikan biji mete telah memenuhi persyaratan teknis," kata Prayatno.

Untuk data lalu lintas ekspor biji mete di Sultra, Prayatno menyebutkan ekspor biji mete di wilayah kerjanya tercatat rutin dikirim ke negara India dan Vietnam dalam dua tahun terakhir. Di tahun 2020, volume ekspor biji mete mencapai 103,7 ton dengan nilai perdagangan mencapai Rp 15,5 miliar.

Angka ekspor biji mete Sultra sebesar 0,6% dari total perdagangan domestik biji mete Sultra,” kata Prayatno.

Dikatakan Prayatno lagi, pihaknya mencatat volume biji mete yang dilalulintaskan ke Makassar maupun ke Surabaya di tahun 2020 mencapai 15,6 ribu ton dengan total nilai Rp 80,13 miliar. Selain Kabupaten Buton Utara, terdapat kabupaten lainnya di Sultra yang memiliki potensi ekspor biji mete.

"Penghasil mete di Sultra hampir seluruh kabupaten, khususnya jazirah Muna dan Buton, harapannya juga bisa diekspor. Dengan gerakan tiga kali ekspor pertanian yang digagas Menteri Pertanian kami siap untuk memfasilitasi petani biji mete untuk menangkap pasar ekspor yang lebih besar lagi," pungkas Prayatno.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini