Himbara Salurkan KUR hingga Rp188,11 Triliun Sepanjang 2020

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 320 2346377 himbara-salurkan-kur-hingga-rp188-11-triliun-sepanjang-2020-7EHALy4Vv9.jpg Perbankan (Shutterstock)

JAKARTA - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2020 sebesar Rp188,11 triliun. Realisasi tersebut lebih besar dari angka yang ditargetkan yakni Rp186,6 triliun.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, serapan dana KUR melebihi 5,8 juta debitur sepanjang tahun lalu. Jumlah itu pun melebihi target. "Realisasinya juga lebih tinggi dari target, yakni 5,8 juta debitur. Jadi, jangkauan ini demikian luas dengan size yang juga besar," ujar Tiko, sapaan akrab Kartika Wirjoatmodjo, Senin (18/1/2021).

 Baca juga: KUR Sektor Kelautan dan Perikanan Tembus Rp5,2 Triliun di 2020

Kementerian BUMN terus memaksimalkan serapan KUR melalui Bank Himbara. Saat ini, pihak manajemen bank plat merah sudah mengajukan KUR senilai Rp253 triliun. Nilai tersebut diharapkan mampu menjamah seluruh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air.

"Sehingga memungkinkan UMKM bisa memiliki akses yang lebih mudah kepada pinjaman murah dengan struktur subsidi pemerintah," kata dia.

 Baca juga: Hore! Pemerintah Perpanjang Subsidi Bunga & Tingkatkan Plafon KUR di 2021

Kementerian BUMN juga menilai sinergi platform antara PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), dan PT Pegadaian (Persero) mampu menjamah 57 juta nasabah ultra mikro yang belum seluruhnya memiliki akses pendanaan secara formal.

Tiko menyebut, dari 57 juta nasabah ultra mikro, tercatat baru 30 juta yang belum mendapatkan akses pendanaan. Karena itu, sinergi usaha mikro dari ketiga emiten plat merah mampu membangun satu ekosistem yang dapat memberikan akses pendanaan bagi para pelaku usaha.

“Tujuan utama dari intergrasi ultra mikro ini adalah untuk membangun satu ekosistem yang bisa meng-on board para pelaku ultra mikro yang saat ini belum terjangkau pendanaan formal,” kata Tiko.

Tak hanya itu, sinergi platform ketiga lembaga keuangan negara dinilai dapat meningkatkan biaya (cost of fund), membentuk sinergi jaringan, dan sinergi digital antara UMKM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini