Erick Thohir Tawarkan Solusi untuk 3 Hambatan UMKM

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 320 2346382 erick-thohir-tawarkan-solusi-untuk-3-hambatan-umkm-ijSli7Buw6.jpg Investasi (Shutterstock)

JAKARTA - Tercatat ada tiga hambatan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menggenjot bisnisnya di ranah global. Ketiga hambatan itu adalah kapabilitas manajerial dan mengelola keuangan, akses pembiayaan, dan akses pasar baik dalam dan luar negeri.

Tantangan tersebut merupakan hasil survei dan kajian yang dilakukan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, perlunya pendampingan dan pembinaan kepada pelaku usaha mikro untuk mengatasi tiga tantangan tersebut salah satunya adalah mengasah skill manajerial para pelaku usaha.

 Baca juga: Pemulihan Ekonomi, UMKM dan Koperasi Diharapkan Jadi Tulang Punggung RI

Ihwal akses pembiayaan, dalam 5 tahun terakhir pemerintah telah memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada UMKM, meski begitu perlunya upaya penguatan-penguatan tambahan di berbagai aspek lainnya.

Sedangkan akses pasar baik dalam dan luar negeri, terutama strategi bisnis UMKM di pasar global. Tiko menilai, kemampuan UMKM untuk menembus pasar-pasar baru di tingkat global masih terbatas, karena itu perlu adanya katalis dan perusahaan besar yang membawa UMKM untuk bisa menembus pasar global.

 Baca juga: Kontribusi UMKM pada Ekonomi Sangat Besar tapi Jago Kandang

"Ini yang paling krusial adalah akses kepada pasar baik dalam dan luar negeri. Kita tahu bahwa kemampuan UMKM untuk menembus pasar-pasar baru di tingkat global ini memang masih terbatas, karena itu perlu adanya katalis dan perusahaan besar yang membawa UMKM ini untuk bisa menembus pasar luar negeri," ujar Tiko, Senin (18/1/2021).

Karena itu ada beberapa program utama Kementerian BUMN dalam mendorong UMKM untuk mengatasi tantangan yang dialami saat ini. Tiko mencatat, pihaknya memiliki program Rumah BUMN. Program ini bertujuan mendorong UMKM agar bisa naik kelas.

Dalam proses pemberdayaan, UMKM dapat melakukan pembaharuan dengan melakukan tiga tahapan, pertama go modern, di mana, kemasan produk atau tampilan, kualitas produk UMKM diperbaiki. Kedua, go digital untuk bisnis UMKM. Tahap ini pelaku usaha mikro dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menjual produk mereka melalui e-commerce. Ketiga adalah go global bagaimana UMKM bisa menembus pasar internasional.

Untuk akses pembiayaan. Salah satu yang dilakukan BUMN adalah dengan penguatan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tahun 2020, kuota KUR Rp 186,6 triliun di mana realisasinya lebih tinggi dari target yakni Rp188,11 triliun. "2021 Himbara secara total mengajukan platform KUR sebesar Rp253 triliun, jadi kita terus tingkatkan," katanya.

Kementerian BUMN juga terus menguatkan platform pasar digital UMKM atau PaDi UMKM. Platform ini akan membuka akses pasar UMKM karena BUMN-BUMN akan menjadi pembeli utama produk UMKM.

Tujuannya perseroan plat merah dapat menjadi pembeli utama bagi produk UMKM. "Jadi mulai saat itu telah ada 9 BUMN yang telah diwajibkan membeli yang di bawah Rp 14 miliar," Ujar Tiko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini