Kapan BLT Subsidi Gaji 2021 Cair? Ini Jawabannya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 320 2346496 kapan-blt-subsidi-gaji-2021-cair-ini-jawabannya-07JFGPfMbE.jpg BLT Pekerja Tak Kunjung Cair. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menyatakan bakal melanjutkan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) di 2021. Namun sayangnya, kelanjutannya masih dipertanyakan karena hingga kini belum ada kejelasan dari pihak Kementerian Ketenagakerjaan.

Deputi Direktur Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mengatakan hingga kini pihaknya belum diminta untuk menyerahkan data penerima BLT gaji di 2021. Oleh sebab itu, BPJS Ketenagakerjaan pun belum memberikan data tersebut.

"Kami belum menyerahkan data baru terkait BSU 2021," kata Utoh kepada Okezone, Senin (18/1/2021).

Baca Juga: Ada BLT di 2021, Netizen Masih Tagih yang 2020

Dia menjelaskan, bahwa sewaktu program BSU 2021 lalu ada sekira 12,4 juta data yang diserahkan kepada Kemnaker.

"Total 12,4 juta data," ujarnya.

Terkait kelanjutan program tersebut di tahun ini, dirinya mengaku kurang mengetahuinya. Dia menyarankan agar menanyakan hal itu kepada pihak Kemnaker.

"Sebaiknya dikonfirmasi ke Kemnaker terkait kebijakan BSU 2021," kata dia.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji 2021 Tak Jelas, Netizen: Tolong Cairkan

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan, penyebab BLT subsidi gaji tidak tersalurkan 100%. Ada 8 faktor menyebabkan BLT subsidi gaji belum tersalurkan ke rekening pekerja.

"Pertama itu adalah banyak rekening ganda atau double dan kedua ada nama yang terdaftar tidak sama dan ini menyebabkan tidak valid," kata Ida dalam rapat virtual dengan DPR, Senin (18/1/2021).

Lanjutnya, faktor ketiga ada rekening yang ditutup oleh bank dikarenakan bermasalah. Keempat, yaitu rekening pekerja banyak yang tidak terdaftar di kliring.

"Karena penerima tidak ikut kriling nasional," jelasnya.

Lalu, faktor kelima adalah rekening pasif dan keenam yakni rekening tidak seduai dengan nomer induk kependudukan (NIK).

"Data NIK di bank tidak sesuai dengan penerima subsidi," katanya.

Sedangkan faktor ketujuh adalah rekening diblokir. Kemudian kedelapan adalah, adanya cut off. Artinya seluruh dana dikembalikan oleh kas negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini