Ekonomi RI Bisa Tembus 6% pada 2021,Ini Pemicunya

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 320 2346519 ekonomi-ri-bisa-tembus-6-pada-2021-ini-pemicunya-Rp7PloiwpK.jpg Ekonomi RI Diprediksi Tembus 6% Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Senior Economist Standard Chartered Bank Indonesia, Aldian Taloputra mengatakan, ekonomi Indonesia tumbuh 6% pada 2021 setelah mengalami kontraksi 1,7% di 2020. Meskipun kenaikan penyebaran virus yang cukup tajam dan pengetatan pergerakan penduduk kembali saat ini memberikan tantangan pada pemulihan ekonomi.

Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022 diprediksi di angka 5%.

“Mobilitas yang lebih baik sejalan dengan pemberian vaksin dalam skala besar, kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif, serta efek dasar yang rendah kemungkinan akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021," katanya di Jakarta, Senin (18/1/2021).

Baca Juga: Varian Baru Covid-19 dan PPKM Bikin Pengusaha Tak Optimis

Meskipun demikian, pengetatan kembali pembatasan pergerakan masyarakat berpotensi mempengaruhi kecepatan pemulihan ekonomi. Secara keseluruhan kami melihat dampak ekonomi yang lebih kecil dibandingkan tahun lalu sejalan dengan pembatasan yang lebih lunak, kondisi global yang lebih baik, dan membaiknya adaptasi masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

"Kami mengharapkan pemulihan yang lebih berarti terjadi di semester kedua 2021 dan di tahun 2022 karena peluncuran dan distribusi vaksin akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan melepaskan permintaan yang terpendam di sektor-sektor yang terpuruk seperti pariwisata, perdagangan dan transportasi,” katanya.

Baca Juga: Ramalan Sri Mulyani: Ekonomi RI 2020 Minus 2,2%

Selain itu, Standard Chartered memperkirakan pertumbuhan PDB global berada di kisaran 4,8% pada tahun 2021 dari kontraksi 3,8% pada tahun 2020. Walaupun perkiraan pertumbuhan 4,8% jauh di atas pertumbuhan rata-rata global selama 10 tahun terakhir (3,7%), pemulihan yang diharapkan tahun ini tidak sepenuhnya akan menutup kesenjangan yang diciptakan oleh krisis Covid-19.

Bank memperkirakan pertumbuhan global akan normal kembali menjadi 4,0% pada tahun 2022. Hal ini secara kasar sejalan dengan rata-rata tingkat pertumbuhan 3,7% dalam 10 tahun terakhir dan merupakan peningkatan dari 2019 (2,9%).

Bank sentral di seluruh dunia kemungkinan besar akan mempertahankan sikap kebijakan yang akomodatif sampai pertumbuhan pulih secara lebih berkelanjutan. Bank memperkirakan pemulihan akan menguat pada paruh kedua 2021 seiring dengan peningkatan investasi.(fbn)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini