Naik Kelas, Asosiasi UMKM Minta Jokowi Bikin Platform Khusus

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 320 2346538 naik-kelas-asosiasi-umkm-minta-jokowi-bikin-platform-khusus-2PSjF6gcNN.jpg UMKM Minta Dibuatkan Platform Digital. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) meminta pemerintah membangun platform khusus yang difungsikan sebagai wadah bagi para pelaku UMKM.

Menurut Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan Ingratubun, saat ini dibutuhkan pengembangan UMKM dalam digital platform untuk menjual hasil produk olahannya.

Baca Juga: UMKM Go Digital, Jangan Lupakan Subsidi Kuota Internet

"UMKM Indonesia itu bagus-bagus. Akan tetapi belum ada platform khusus yang dibangun oleh pemerintah bersama swasta untuk produk-produk yang diproduksi oleh UMKM dan juga sistem paymentnnya,"ujar dia dalam webinar kebangkitan UMKM secara virtual, Senin (18/1/2021).

Kemudian, lanjut dia dengan adanya platform itu, bisa membantu para pelaku UMKM untuk bisa terjun ke pasar internasional. Seperti apa yang telah dilakukan oleh negara Amerika swrikat yang memiliki Amazon dan China yang memiliki Alibaba.

Baca Juga: Tak Cuma Diguyur BLT, UMKM Juga Butuh Pendampingan

"Jadi kita harus ikuti saja alurnya. Apabila tidak, kita tak akan terkenal. Dan tidak akan ada sampai ke pasar internasional produk-produk kita," ungkap dia.

Pihaknya juga ingin pelaku UMKM, untuk bisa berkreativitas dan melakukan transformasi bisnis agar bisa tetap bertahan.

"Misalnya di tengah pandemi ini, para pelaku UMKM yang bisnisnya menurun, bisa menjual produk-produk APD seperti masker dan lainnya," tandas dia.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat 97% penyerapan tenaga kerja Nasional berasal dari bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab jumlah UMKM mencapai 64 juta unit usaha atau 99% dari total struktur usaha yang ada di Indonesia.

Dengan begitu pengembangan UMKM sangat diperlukan di masa pemulihan ekonomi. Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira pengembangan UMKM itu harus ada pendampingan agar bisa masuk ke pasar digital.

Kemudian lanjut dia, saat ini bantuan tunai atau bantuan produktif untuk pelaku usaha mikro yang sudah diberikan, belum cukup untuk menjawab tantangan perubahan perilaku konsumen di masa pandemi Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini