Dampak Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Pengunjung Mal Turun Drastis

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 320 2346577 dampak-pembatasan-kegiatan-masyarakat-pengunjung-mal-turun-drastis-RlaGSqB8Nr.jpg Pengunjung Mal Diperkirakan Turun karena Kebijakan PPKM. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengungkapkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa dan Bali membuat pengunjung pusat perbelanjaan menurun. Sebelum adanya PPKM, kunjungan masyarakat mencapai 40%, namun saat ini 32%.

"Traffic yang tadinya 40%, sampai saat ini rata-rata sekitar 32%. Bahkan beberapa pusat belanja mencapai 30%. Jadi drop sekitar 8%," kata Ellen Hidayat dalam konferensi pers virtual, Senin (18/1/2021).

Baca Juga: Terpukul dan Menjerit, Pengusaha Mal hingga Hotel Minta PPKM Dihentikan

Dia menjelaskan, adanya pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00 menjadi penyebab utama pengunjung menurun. Ditambah lagi, dine in atau makan ditempat hanya diperbolehkan 25% saja.

"Kebijakan ini dampaknya sangat luas bagi pusat perbelanjaan." jelasnya.

Baca Juga: Sempat Kebanjiran, Begini Kondisi Terkini Mal di Manado

Ellen berharap, pemerintah melakukan kajian yang lebih tepat dalam menetapkan klaster Covid-19. Sebab menurutnya, pusat perbelanjaan bukanlah tempat klaster pandemi, karena sudah menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat.

Sementara itu, Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah menambahkan, PPKM telah membuat seluruh ekosistem di pusat perbelanjaan terganggu. Sehingga banyak toko - toko yang menutup usahanya.

"Biasanya pengunjung banyak datang ke pusat perbelanjaan di malam hari, tak hanya makan malam sekaligus berbelanja.Kami harapkan pemerintah bisa memperpanjang waktu untuk pelaku usaha. Hippindo merasakan sekali dampak pembatasan ini, padahal selama ini kami selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Budihardjo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini