Izin Bank Syariah Indonesia Segera Terbit, Tunggu Pengesahan Nama dan Logo

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 278 2347011 izin-bank-syariah-indonesia-segera-terbit-tunggu-pengesahan-nama-dan-logo-VcOrDhtczH.jpg Bank Syariah (Shutterstock)

JAKARTA - Proses legal merger (penggabungan) tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal segera terbit. di mana, ketiga bank tersebut berganti nama menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Ketua Project Management Office (PMO) Bank Syariah BUMN Hery Gunardi menyebut, saat ini pihaknya masih menunggu izin merger dari OJK yang bakal terbit dalam minggu ini.

 Baca juga: Ada yang Aneh, BEI Pelototi Saham BRIS

"Saya rasa ini proyek dimulai dr bulan maret tahun lalu. ini berproses dari bulan ke bulan sampe akhirnya di titik hari ini. nah saat ini tentu makin dekat menjelang tanggal 1 Februari. Tinggal legal merger 1 febuari 2021. Tiggal itungan hari," kata Hery di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Lanjutnya, persoran masih menunggu pengesahan nama dan logo baru dari Kementerian Hukum dan HAM. Adapun proses lainnya sudah berjalan dengan baik hingga legal merger terlaksana. Dia berharap jadwal legal merger ini tidak meleset dari target yang ditetapkan.

 Baca juga: Ketimbang Bikin Bank, Muhammadiyah Lebih Baik Optimalkan BPRS

"Kemudian pengesahan nama baru Bank Syariah Indonesia ke kementerian hukum dan HAM. Lalu termasuk pengunaan logo Bank Syariah Indonesia dan proses lainnya kami rasa itu berjalan dengan baik dan mohon doa semua semoga tanggal 1 bisa lakukan kegal memrger dan bs declare telah lahir Bank Syariah Indonesia yang besar di Indonesia," jelasnya

Deputi Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN Nawal Nely mengatakan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk Melalui merger, diharapkan skala cakupan dan layanan perbankan syariah bisa semakin menjangkau masyarakat. Apalagi, nantinya Bank Syariah Indonesia akan beroperasi dengan mengandalkan keberadaan 1.200 cabang dan 20 ribu lebih pekerja yang tersebar di seluruh Tanah Air.

“Diharapkan dalam peta perbankan di Indonesia BSI akan menduduki ranking 7 atau 8 berdasarkan skala asetnya. Secara global, Bank Syariah Indonesia akan menjadi satu dari top 10 global bank yang islamic. Kemudian efisiensi biaya terhadap pendapatan secara kolektif, normally akan membaik jika skala aset perbankan syariah ini disatukan. Harapannya adanya konsolidasi, rasio biaya terhadap pendapatan ini bisa menurun ke 45 persen hingga 50 persen,” ujar Nawal Nely.

Kementerian BUMN berharap proses konsolidasi Bank Syariah Indonesia sepanjang 2021 berjalan lancar. “It’s a journey and it’s important. Di masa sekarang memang seharusnya konsolidasi dilakukan untuk memperkuat posisi masing-masing player di perbankan, agar bisa menjaga relevansi product offering ke nasabah maupun menjaga governance dari implementasi ekspansi BSI,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini