7 Fakta Sindiran Jokowi ke Perusahaan Besar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 24 Januari 2021 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 320 2349526 7-fakta-sindiran-jokowi-ke-perusahaan-besar-xm9IrQOybS.jpg Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA - Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia kerap menguasai pasar ekspor dalam berbagai bidang. Fenomena tersebut memantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkomentar dan melontarkan sindiran.

Lalu, apa sindiran Kepala Negara kepada perusahaan besar di Indonesia? Terkait hal itu, Okezone sudah merangkum beberapa fakta menarik, Jakarta, Minggu (24/1/2021).

1. Presiden Jokowi Minta Perusahaan Besar Tak Egois

Presiden Jokowi menyampaikan pesan supaya para pengusaha besar tidak bersikap egois.

2. Kepala Negara Minta Perusahaan Besar Libatkan UMKM

Jokowi meminta perusahaan besar untuk melibatkan UMKM dalam setiap aktivitasnya.

"Usaha besar tidak boleh hanya mementingkan perusahaannya sendiri, tolong dilihat lingkungannya ada UMKM, libatkan alam kegiatan-kegiatan perusahaan. Sehingga akan mengangkat usaha-usaha itu naik level," ujar Jokowi secara virtual di Jakarta, Senin(18/1/2021).

Baca Juga: Presiden Jokowi Sindir Pengusaha Besar: Jangan Pentingkan Diri Sendiri

3. Jokowi: Perusahaan Besar dan UMKM Harus Sama-Sama Untung

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik model bisnis kemitraan antara usaha besar dengan UMKM. Menurutnya model bisnis ini harus terus dilembagakan karena dapat membawa UMKM Indonesia naik kelas.

Meski begitu, Jokowi mengingatkan bahwa dalam model bisnis ini keduanya harus untung. Jangan sampai ada salah satu yang mengalami kerugian.

“Bisnis model kemitraan ini harus terus dilembagakan. Harus menemukan pola relasi yang saling menguntungkan antara usaha besar dengan UMKM. Semua harus untung. Enggak bisa yang gede suruh rugi, UMKM suruh untung. Enggak, semuanya harus untung,” katanya dalam acara Penandatanganan Kerja sama Dalam Rangka Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan UMKM di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (18/1/2021).

4. Kemitraan UMKM dan Usaha Besar, Jokowi: Tak Hanya Sekali tapi Terus Menerus!

Jokowi berharap kerjasama ini juga bisa menaikkan kualitas usaha UMKM menjadi lebih kompetitif. Dalam artian, kualitas produknya lebih baik, desainnya lebih baik, manajemennya lebih baik, dan lebih bankable.

"Karena bisa belajar dari perusahaan-perusahaan besar, baik dari dalam negeri maupun asing menuju sebuah pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata, tujuannya ke sana," ungkap Jokowi.

5. Pemerintah Akan Bangun Ekosistem yang Kondusif

Terkait hal tersebut, Jokowi memastikan bahwa pemerintah akan berupaya membangun ekosistem yang kondusif bagi kolaborasi ini.

“Pemerintah akan terus berupaya dan membangun ekosistem yang kondusif agar kolaborasi usaha besar dengan UMKM ini menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

6. Jokowi: UMKM Bisa Naik Kelas dan Masuk Rantai Produksi Global

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap kemitraan perusahaan besar dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bisa berdampak positif. Menurutnyta kemitraan ini sangatlah penting untuk memacu UMKM dalam negeri bisa naik kelas.

“Kemitraan UKM, UMKM dengan usaha besar ini sangat lah penting agar apa? Agar UKM kita, UMKM kita bisa masuk dalam rantai produksi global, global value chain. Agar meningkatkan peluang UMKM kita untuk bisa naik kelas. Yang mikro naik kelas ke yang kecil, yang kecil naik kelas ke yang menengah, dan yang menengah kita harapkan bisa naik kelas ke yang besar,” katanya dalam acara Penandatanganan Kerja sama Dalam Rangka Kemitraan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan UMKM di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (18/1/2021).

 

7. UMKM Harus Tingkatkan Kualitas Produk

Mantan gubernur DKI Jakarta itu ingin agar di dalam bisnis kemitraan inti UMKM mau terus belajar. Baik dalam meningkatkan kualitas produknya, perbaikan manajemen, ataupun memperbaharui desain produk sesuai dengan keinginan pasar.

“Dan agar bisa memanfaatkan kerja sama, kolaborasi ini untuk bisa menaikkan level kelasnya. Pelan-pelan. Syukur bisa cepat,” ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini