GeNose C19 Karya UGM Digunakan KAI untuk Screening Penumpang

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 24 Januari 2021 11:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 24 320 2349820 genose-c19-karya-ugm-digunakan-kai-untuk-screening-penumpang-ipmJmlb2p6.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia bakal menggunakan alat deteksi covid-19 karya Universitas Gajah Mada (UGM) bernama Gadjah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19. KAI siap gunakan GeNose untuk screening Covid19 penumpang kereta api.

Baca Juga: Alat Deteksi Covid-19 GeNose Akan Dipasang di Bandara hingga Mal, Luhut: Akurasinya 90%

“Kami mendukung inovasi oleh anak bangsa yang akan menjadi layanan deteksi Covid-19 yang cepat, murah, dan akurat,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, Minggu (24/1/2021).

Seperti diketahui, GeNose C19 merupakan pendeteksi virus covid19 yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada. Produk tersebut sudah mendapatkan Izin Edar dari Kementerian Kesehatan. Metode pengambilan sampelnya dari embusan napas dan hasilnya langsung diketahui hanya dalam 3 menit. Untuk tarifnya diperkirakan hanya Rp20 ribu setiap kali tes tapi akurasinya di atas 90%.

 

Joni meyakinkan pihaknya sudah merencanakan akan membeli GeNose C19 yang nantinya akan digunakan di berbagai stasiun kereta api.

"Saat ini KAI tinggal menunggu regulasi lebih lanjut dari pemerintah terkait penggunaan GeNose C19 di transportasi umum," tambahnya.

Penggunaan produk dalam negeri ini juga merupakan dukungan KAI pada kampanye Bangga Buatan Indonesia yang sedang digalakkan pemerintah di masa Pandemi Covid-19.

“KAI mendukung penuh semua langkah dan kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat. Penggunaan GeNose C19 pada transportasi kereta api merupakan kebanggaan tersendiri bagi KAI, karena dapat menjadi salah satu yang pertama menerapkan inovasi tersebut," tutup Joni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini