Masyarakat RI Doyan Tahu Tempe, Ini Jurus Mentan Stabilkan Harga Kedelai

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 17:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 320 2350583 masyarakat-ri-doyan-tahu-tempe-ini-jurus-mentan-stabilkan-harga-kedelai-dXDAhfUt58.jpg Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Usai dicecar Komisi IV DPR perihal kenaikan harga kedelai di pasaran, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo merespon dengan memaparkan langkah Kementerian Pertanian perihal pengurangan impor komoditas tersebut.

Syahrul mengakui, konsumsi kedelai di pasar Tanah Air merupakan komoditas impor. Meski begitu, secara harga, kedelai impor tercatat lebih murah dibandingkan hasil produksi produsen lokal. Saat ini kenaikan harga terjadi secara global sehingga menimbulkan kendala di pasar lokal.

Untuk menjaga volume impor yang tinggi, Kementan tetap mengambil kebijakan untuk mengurangi impor komoditas pangan tersebut. Tercatat, ada tiga agenda utama yang akan dilakukan sebagai langkah mengurangi volume impor kedelai. Agenda itu sekaligus menjadi instrumen untuk memantau pasokan dan harga kedelai di pasar dalam negeri.

"Agenda SOS selama 100 hari ke depan di antaranya memperlancar pasokan ke perajin tahu tempe pasar, stabilisasi harga, meningkatkan produksi pertanian, menyiapkan CPCL (Calon Petani Calon Lokasi), serta membentuk gugus tugas lintas kementerian dan lembaga," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Senin (25/1/2021).

Selain agenda SOS 100 hari. Agenda lain yang menjadi fokus Kementan adalah program temporary yakni 200 hari kedepan produktivitas lokal harus ditingkatkan. Bahkan, akan ada program supplay kebutuhan kedelai secara mandiri.

Dalam program stabilisasi tersebut, Kementan menggandeng sejumlah pihak seperti, Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) serta Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo).

Baca Juga: Harga Daging Mahal, Kalau Enggak Ada Solusi Mentan Siap-Siap Dibully

"Masyarakat kita rata-rata pemakan tahu tempe jadi kedelai ini tidak boleh bersoal. Kita segera lakukan langkah konkret di lapangan sebagai upaya menstabilkan harga dulu. Mudah mudahan harga stabil bukan hanya di Jakarta namun di Jawa, serta daerah lain juga," kata dia.

Mentan pun mendorong pengrajin tahu tempe untuk menggunakan kedelai lokal dengan kualitas lebih bagus dibanding kedelai impor. Oleh karenanya, dia memfokuskan program tahun 2021 ini termasuk dalam peningkatan produksi kedelai.

"Kami siapkan pasokan kedelai lokal, produksi kita genjot. Kedelai kita pendek-pendek, manis dan disukai masyarakat sehingga ke depan dorong budidayanya. Sesuai arahan Presiden Jokowi, hal ini untuk penuhi kebutuhan pengrajin tahu tempe. Kita carikan jalan keluarnya agar harga tahu tempe dengan kedelai lokal harganya terjangkau," ujar dia.

Baca Juga: Mentan Takjub Harga Tanaman Hias Bisa Capai Rp100 Juta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini