Menteri Arifin: Batu Mulia Bisa Jadi 'Harta Karun' Perekonomian Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 320 2351661 menteri-arifin-batu-mulia-bisa-jadi-harta-karun-perekonomian-indonesia-gJCDZ3ZKFs.jpg Tambang (Okezone)

JAKARTA - Dewan Kerajianan Nasional (Dekranas) menggelar karya wirausaha pesona batu mulia sebagai peluang usaha kreatif dalam memberdayakan perekonomian rakyat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengingat Indonesia memiliki potensi batu mulia dan batu hias yang cukup besar.

 Baca juga: Perajin Batu Akik Coba Populerkan Bacan Lagi, Bagaimana Caranya?

"Potensi ini perlu dikembangkan dengan optimal agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Arifin di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Menurut Arifin, batu mulia memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya bernilai ekonomi tetapi juga mengandung nilai estetika dan bermakna simbolis. "Pada masa kerajaan-kerajaan di Nusantara, batu mulia menjadi salah satu simbol keagungan dan komoditi yang diperdagangkan," ungkapnya.

 Baca juga: Gubernur Ingatkan Pacitan Pertahankan Potensi Batu Mulia

Lebih lanjut, Arifin menilai potensi bebatuan Indonesia memiliki keindahan yang tak kalah dibandingkan bebatuan mancanegara, dan ciri khas bebatuan nusantara memiliki nilai strategis bagi percepatan peningkatan perekonomian nasional.

"Tantangannya adalah belum secara optimal terangkat ke permukaan serta masih kurangnya informasi perbatuan dan transfer teknologi pengelolaannya," paparnya.

Pengembangan pemanfaatan batu mulia dan batu hias, sambung Arifin, harus sejalan dengan kebijakan yang ada, mulai dari eksplorasi, pengusahaan, pengolahan hingga pemasaran. Apalagi pengusahaan batu mulia dan batu hias ini sangat berkaitan erat dengan ekonomi kreatif.

"Semoga dapat menumbuhkan semangat, minat dan motivasi masyarakat menjadi wirausaha Baru, termasuk pengrajin Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah punya usaha namun terpuruk terkena dampak pandemi Covid -19," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini