Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik, Jokowi: Segera Beroperasi

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 320 2351694 bangun-pabrik-baterai-mobil-listrik-jokowi-segera-beroperasi-4UlS9Ix08D.jpg Presiden Jokowi (Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencatat, pemerintah tengah mengupayakan agar industri baterai lithium atau baterai listrik Indonesia akan segera dioperasikan. Saat ini pemerintah gencar menggandeng sejumlah investor asing untuk melakukan investasi ke dalam industri baru di Tanah Air.

Jokowi mengingatkan, olahan industri baterai lithium menggunakan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Indonesia berupa bijih nikel laterit.

 Baca juga: Duit Elon Musk Masuk RI, Bahlil Sebut Sebentar Lagi Tesla Teken Investasi

“Industri baterai lithium yang diolah dari kekayaan alam kita sendiri serta sekaligus industri mobil listrik dalam skala besar kita upayakan agar segera beroperasi di negara kita Indonesia,” ujar dia, Rabu (27/1/2021).

Kepala Negara menyebut, ekosistem industri kendaraan listrik akan membuat Indonesia menjadi motor bagi pengembangan industri masa depan. Sebab, industri baterai lithium akan menjadi industri mobil listrik berskala besar.

 Baca juga: 3 Keuntungan Indonesia Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik

Senada, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menilai, industri baterai lithium akan menjadi industri baterai kendaraan listrik terintegrasi pertama di dunia. Pengembangan industri sendiri akan dilakukan perusahaan electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan LG Energy Solution Ltd yang bekerja sama dengan konsorsium BUMN.

LG Energy Solution merupakan bagian dari LG Chem, anak perusahaan dari konglomerasi LG Group. Proyek kerja sama investasi ini merupakan hasil tindak lanjut pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae In di Busan pada bulan November 2019 lalu.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kementerian BUMN dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya melakukan berbagai pertemuan tindak lanjut dengan pihak LG. Serangkaian proses negosiasi yang panjang telah dilakukan dengan berpedoman pada prinsip saling percaya dan bertujuan untuk saling menguntungkan.

Hasilnya, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan LG Energy Solution di Seoul, Korea Selatan pada tanggal 18 Desember 2020. Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Korea Selatan Sung Yun-mo. MoU berisi tentang kerjasama proyek investasi raksasa dan strategis di bidang industri sel baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining) serta industri prekursor dan katoda dengan nilai rencana investasi mencapai USD9,8 miliar.

"MoU menjadi sinyal keseriusan yang sangat tinggi dari pihak LG dan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri baterai terintegrasi. Pada masa pandemi yang begitu penuh tantangan, keberhasilan ini merupakan kepercayaan luar biasa terhadap Indonesia. Nilai investasinya fantastis untuk satu korporasi, yaitu mencapai USD9,8 miliar,” kata Bahlil dalam keterangan persnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini