Tingkatkan Kualitas SDM, Menpar Edukasi Berbasis Teknologi

Hafid Fuad, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 20:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 27 320 2351977 tingkatkan-kualitas-sdm-menpar-edukasi-berbasis-teknologi-PU1btsJD9E.jpg Menpar Tingkatkan Kualitas SDM dengan Edukasi Berbasis Teknologi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menilai SDM Indonesia harus diakui sangat unggul, khususnya dalam hal kreativitas. Indonesia tidak kalah dalam kreativitas dibandingkan negara lain di dunia.

Namun menurut dia, saat ini yang dibutuhkan adalah kegiatan peningkatan kapasitas dengan edukasi berbasis teknologi (edutech).

Baca Juga: Menko Luhut dan Menlu China Nongkrong di Danau Toba, Bahas Apa?

"Jadi langsung dikejar untuk peningkatan teknologi digital melalui edutech," ujar Sandiaga Uno dalam webinar bertajuk Covid dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan, dan Strategi Kebijakan yang diselenggarakan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Dia mencontohkan, kebutuhan edutech salah satunya dalam pelatihan barista. Menurutnya gerai kopi Indonesia seperti Kopi Kenangan tentu juga harus tersebar di kota-kota besar dunia seperti halnya brand kopi Starbucks yang mendunia. Dengan demikian sudah tentu pelatihan SDM tidak akan mungkin dilakukan hanya di Indonesia melainkan melalui konten digital.

"Saya membayangkan bisa melihat brand Kopi Kenangan di seluruh wilayah Indonesia dan kota besar lainnya di dunia," katanya.

Baca Juga: Gercep! Sandiaga Uno Temui Sri Mulyani, Ada Apa Nih?

Menanggapi hal tersebut CEO dan Co Founder Kopi Kenangan Edward Tirtanata mengakui, industri makanan minuman kini harus beradaptasi dan ini menjadi kuncinya. Adaptasi khususnya dilakukan secara digital agar bisa berkembang lebih besar lagi.

Kemudian spesifik dalam pengembangan SDM, dia membocorkan bahwa tim Kopi Kenangan terus mengembangkan training digital di tengah pandemi covid19 ini. Tips yang dilakukan dengan mengumpulkan berbagai materi pelatihan dari pihak internal untuk membangun standar kebersihan, hospitality, hingga pengembangan produk.

"Kami bikin video dan kuis baik secara internal ataupun menggandeng pihak eksternal. Jadi ada banyak cara yang kami lakukan. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan menjaga konsistensi produk," kata Edward dalam kesempatan sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini