Rupiah Tertekan ke Rp14.080 Usai The Fed Tahan Suku Bunga Acuannya

Ferdi Rantung, Jurnalis · Kamis 28 Januari 2021 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 28 320 2352491 rupiah-tertekan-ke-rp14-080-usai-the-fed-tahan-suku-bunga-acuannya-oJ64LkKvTA.jpg Rupiah Melemah terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda turun 28 poin ke level Rp14.080 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, indeks dolar kembali menguat setelah Federal Reserve AS menyatakan kekhawatiran tentang kecepatan pemulihan ekonomi AS dari dampak Covid-19.

Baca Juga: Selain Rupiah, Dinar dan Dirham Bukan Alat Pembayaran Sah di Indonesia

Bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut telah mengumumkan hasil rapat bulanan edisi Januari 2021. Hasilnya sesuai dengan ekspektasi pasar.

"Dini hari tadi waktu Indonesia, rapat Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 0-0,25%." katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (28/1/2021).

The Fed juga berkomitmen tetap menjalankan program pembelian obligasi (quantitative easing) sampai ekonomi dan pasar tenaga kerja betul-betul pulih dari dampak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Saat ini, The Fed memborong obligasi pemerintah AS setidaknya USD80 miliar per bulan plus aset beragun kredit properti (mortgage-based securities) USD 40 miliar.

Baca Juga: Dolar AS Mengamuk, Rupiah Terpental Dekati Rp14.100/USD

"Hasil rapat ini adalah keputusan yang sudah diperkirakan oleh investor. Pelaku pasar 'meramal' The Fed tidak akan memberi kejutan, dan itulah yang terjadi." terangnya

Sementara sentimen dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 2%, penyebab utama adalah PSBB yang masih diterapkan dan berdampak terhadap konsumsi masyarakat yang melambat dan investasi yang stagnan.

Selain itu, Bank Dunia memperkirakan PDB RI untuk tahun 2021 bakal tumbuh 4,4%. Angka tersebut direvisi turun sebesar 0,2 poin persentase dari ramalan sebelumnya. Tidak hanya Bank Dunia, IMF pun merevisi turun prospek pertumbuhan PDB Indonesia menjadi 4,8% untuk 2021. Lebih rendah 1,3 poin persentase dibanding perkiraan pada Oktober tahun lalu.

"Penyebab utama adalah Kasus Covid-19 yang terus merebak, walaupun pemerintah terus mengimbangi dengan memvaksinasi masyarakat secara berkala, namun belum bisa menahan laju penyebaran covid-19 bahkan sudah bermutasi. Dan kini total infeksi kumulatifnya sudah tembus angka 1 juta orang. Pembatasan aktivitas sosial juga masih diperketat melalui PPKM di wilayah Jawa dan Bali." tandasnya

Ibrahim memprediksi untuk perdagangan besok pagi, mata uang rupiah kemungkinan masih akan fluktuatif di rentang Rp.14.050 - Rp.14.110.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini