Ketika Bos BEI Rekomendasikan Saham Bank Syariah Indonesia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 16:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 278 2356539 ketika-bos-bei-rekomendasikan-saham-bank-syariah-indonesia-wDayjeBzgw.jpeg saham (Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mencatat, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) Atau BSI bisa menjadi pilihan investasi menarik bagi investor. Hal itu seiring dengan entitas baru hasil penggabungan tiga bank syariah Himbara mulai debut sahamnya di pasar modal.

Inarno menilai, emiten plat merah itu termasuk satu dari sepuluh saham syariah dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Berdasarkan catatan BEI, BSI menjadi salah satu emiten dengan kinerja saham terbaik sepanjang 2020 dengan kenaikan harga saham 582 persen dari Rp 330 menjadi Rp2.250 per lembarnya.

 Baca juga: Dirut BSI Ngarep BRIS Jadi Saham Primadona di BEI

“Kehadiran Bank Syariah Indonesia tentunya memberikan harapan yang besar dalam mendorong kemajuan dan keuangan syariah nasional, termasuk penguatan aset dan kapitalisasi dalam industri pasar modal syariah," katanya Kamis (4/2/2021).

Selama lima tahun terakhir pasar modal syariah Indonesia tumbuh positif, di mana, jumlah saham syariah meningkat signifikan 33 persen dari 318 saham syariah pada 2015 menjadi 426 saham per 22 Januari 2021, atau 60 persen dari saham tercatat di BEI dengan kapitalisasi Rp3,5 triliun atau 47,5 persen dari total kapitalisasi pasar saham.

 Baca juga: Bos BSI Bocorkan Strategi Bank Syariah Indonesia

Senada, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menuturkan, kehadiran BSI sudah lama dinanti karena selama ini pemahaman dan penggunaan produk keuangan syariah oleh masyarakat masih minim. Dari kehadiran, BSI dia meyakini kualitas layanan, jaringan, serta biaya untuk mengakses produk keuangan syariah berpotensi bisa membaik dan berjalan lebih efisien.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini