Ekonomi Minus, Orang Kaya pada Belanja Dong!

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 320 2357042 ekonomi-minus-orang-kaya-pada-belanja-dong-uY4IhBHLHS.jpg Minimarket (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 terkontraksi 2,07%. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai ada sinyal positif dan pemulihan ekonomi sudah terlihat di kuartal IV.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2020 Minus 2,07%, Terparah sejak Krisis 1998

“Tentu angka quarter to quarter (q-t-q) nya dari awal -5,2% membaik ke -2,19%. Ini akan terus diperhatikan dan perbaikan ini tentu tidak lepas dari intervensi yang dilakukan pemerintah," ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (5/2/2021).

Dia mencatat bahwa konsumsi pemerintah mencapai 1,76% year-on-year (yoy), realisasi program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp579,8 triliun, dan realisasi APBN mencapai 94,6%.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Minus, Kecuali Sulawesi, Maluku dan Papua

"Ini meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan konsumsi, meski konsumsi rumah tangga terkontraksi -3,61% yoy, dan angka ini tumbuh positif 0,49% qtq dibandingkan kuartal sebelumnya," tutur Airlangga.

Maka dari itu, dia menjadikan peningkatan konsumsi masyarakat sebagai salah satu PR yang harus dikebut oleh pemerintah. Bagi masyarakat menengah ke bawah, akan dilanjutkan program perlindungan sosial yang meliputi program Keluarga Harapan, Kartu Prakerja, BLT, dan bansos lainnya.

"Pemerintah juga tentunya akan mendorong customer confidence dari kelompok menengah ke atas untuk berbelanja dengan percepatan penanganan Covid-19. Agar masyarakat bisa belanja dari seluruh tingkatan, tentunya kami akan mengakselerasi vaksinasi untuk 182 juta masyarakat tahun ini," pungkas Airlangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini