Setelah Hotel, Kini Fenomena Kos-kosan Dijual Online

Nanang Wijayanto, Jurnalis · Minggu 07 Februari 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 07 470 2357989 setelah-hotel-kini-fenomena-kos-kosan-dijual-online-yrt7BXRJ5B.jpg Kos-kosan Dijual Online (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Tak cuma hotel, kini muncul fenomena kos-kosan dijual secara online. Penjualan kos-kosan dampak pandemi covid-19 yang belum usai.

Hal ini terjadi di Yogyakarta. Fenomena jualan hotel murah di Yogyakarta kini sedang merebak di lapak online. Namun ternyata tidak hanya itu, banyak kos-kosan juga mulai ramai dijual online.

Berdasarkan penelusuran, ribuan kos-kosan di Yogyakarta mulai ditawarkan di lapak online. Harga yang ditawarkan pun beragam dari Rp1 miliar hingga Rp12 miliar.

Kos-kosan 

Adapun rata-rata harga tertinggi banyak dijual kos eksekutif walaupun banyak juga yang diobral murah. Tingginya penjualan kos-kosan di Yogyakarta tak dipungkiri akibat terdampak corona.

Baca Juga: Heboh Hotel Dijual Online, Pengusaha: Cash Flow Sudah Parah 

Hal itu diakui salah satu pengusaha kos-kosan di daerah Condong Catur, Yogyakarta Hanggoro Suwignyo. Pihaknya menyebut penjualan kos-kosan lewat lapak online terus meningkat karena bangkrut hingga menyambung hidup.

"Itu pilihan terakhir, pertama menanggung rugi dan kedua buat menyambung hidup. Lha mau gimana lagi soalnya kondisinya memang berat," ungkapnya saat berbincang melalui sambungan telepon, Minggu (7/2/2021).

Penderitaan pengusaha kos di Jogja mulai terasa sejak pertengahan tahun lalu ketika pemerintah menetapkan kondisi darurat corona. Akibatnya banyak mahasiswa yang akhirnya meninggalkan kota pelajar.

"Nggih seperti ini keadaan sekarang, penghuni kos jadi sepi karena banyak yang memilih pulang ke rumah karena kampus kebanyakan kuliah lewat internet," sebutnya.

Dia menjelaskan, kebanyakan yang memilih pulang awalnya mahasiswa atau mahasiswi yang daerahnya masih relatif bisa di jangkau seperti Klaten, Solo, Magelang, Purworejo, Semarang dan daerah lainnya. Namun karena pandemi tak kunjung usai malah angka kasus positifnya semakin tinggi akhirnya banyak juga dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan luar Jawa memilih sementara pulang ke daerah masing-masing.

"Ya, akhirnya sepi tinggal beberapa itu kebanyakan yang memang sudah bekerja di sini atau mahasiswa yang sebentar lagi wisuda. Tapi kalau kebanyakan memilih pulang ke rumah masing-masing," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini