Cara Hitung Pembagian Saham, Cek di Sini

Alya Ramadhanti, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 18:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 278 2358717 cara-hitung-pembagian-saham-cek-di-sini-db3wgiAtkC.jpg Cara Menghitung Pembagian Saham (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Cara hitung pembagian saham ada caranya. Salah satu hal yang penting dalam pembagian saham ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) suatu perusahaan.

Melansir situs resmi BEI, Jakarta, Senin (8/2/2021), saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular.

Baca Juga: Belajar Investasi Saham, Ikuti Langkah-Langkah Ini 

Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.

Baca Juga: Investasi Saham Jangan Cuma Ikut-ikutan, Pelajari Dulu Risikonya 

Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham

1. Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

2. Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

Sementara itu, harga per saham biasa dapat dihitung dengan beberapa metode. Analis saham menggunakan beberapa metode untuk menghitung harga per saham, banyak saham menggunakan teknik serupa untuk perusahaan di industri yang sama.

Cara hitung pembagian saham selalu gunakan harga penutupan jika setelah jam bursa atau kutipan terakhir saat berdagang di siang hari.

Melansir dari Sciencing.com, konsultasikan secara berkala, seperti "Survei Investasi Garis Nilai", untuk menemukan nilai buku. Bandingkan nilai buku, P / E historis, dan proyeksi harga 3 sampai 5 tahun. Ini menunjukkan kisaran yang diharapkan di mana saham harus diperdagangkan, yang akan menunjukkan apakah saham diperdagangkan di atas atau di bawah harga jangka panjangnya.

Kalikan harga saham dengan jumlah saham yang beredar. Ini adalah kapitalisasi perusahaan. Abaikan opsi saham kepada karyawan dan bagi harga saham dengan laba per saham. Ini adalah kelipatan saham atau representasi dari pendapatan perusahaan di masa depan yang diharapkan.

Taksir pendapatan tahun depan dan kalikan dengan kelipatannya untuk mendapatkan taksiran harga tahun depan. Gunakan perhitungan ini untuk perusahaan keuangan.

Kalikan pendapatan perusahaan dengan kelipatan historisnya (kelipatan dihitung dengan 100 dikalikan dengan peningkatan pertumbuhan laba tahun depan yang diharapkan). Untuk saham padat modal, kurangi semua kewajiban dari aset.

Sisanya disebut nilai buku. Bagilah nilai buku dengan jumlah saham untuk mendapatkan nilai buku per saham. Ini mewakili nilai intrinsik perusahaan sebagai kelangsungan hidup.

Saham yang menggunakan modal besar, seperti perusahaan mobil dan baja, sering kali diperdagangkan sebagai persentase dari nilai buku.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini