Gili Tangkong Dijual di Situs Online, Ini Respons BPN

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 470 2358478 gili-tangkong-dijual-di-situs-online-ini-respons-bpn-0mDSZOVID0.jpg Pulau (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Kabar mengejutkan soal pulau dijual datang dari Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, Pulau atau Gili Tangkong di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat diduga dijual secara online melalui situs private island online ke investor dalam perusahaan atau pribadi.

Menanggapi pulau dijual tersebut, Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Suyus Windayana mengaku belum mengetahui mengenai hal tersebut. Oleh karena itu dirinya belum bisa memberikan komentar lebih jauh termasuk mengenai status kepemilikan dari pulau tersebut.

“Saya belum dapat informasi mengenai ini (penjualan Gili Tangkong),” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (8/2/2021).

Baca Juga: Viral Pulau Lantigiang Dijual Rp900 Juta, Eits Harus Izin Menteri LHK Dulu

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Yusron Hadi mengaku belum mendapat informasi bahwa salah satu pulau eksotik di Pulau Lombok tersebut di perjualbelikan di salah satu situs internet terkemuka.

Kalau kita lihat luas lahan Gili Tangkong ini 28 hektare, kalau ada iklan 17 are barangkali itu dijual lahan di dalamnya, bukan pulaunya," kata Yusron saat dihubungi melalui telepon dari Mataram, Minggu malam.

Menurut dia, jika terkait lahan maka kewenangannya ada di kabupaten atau kota, sedangkan wilayah laut 0-12 mil di atur kewenangannya di provinsi.

Baca Juga: Pulau Pribadi Terjual di Harga Rp91,66 Miliar, tapi Tidak Pernah Dikunjungi

"Kalau dijual atau di sewa kita belum dapat informasinya tetapi terkait lahan pulau-pulau kecil masih kewenangan pengelolaan di kabupaten, sedangkan wilayah lautnya 0-12 mil kewenangan provinsi," ujarnya.

Disinggung apakah lahan yang dijual di dalam kawasan Gili Tangkong tersebut adalah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, Yusron lagi-lagi mengaku tidak tahu persis. Kendati demikian, pihaknya akan mengkoordinasikan terlebih dahulu dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB.

“Nah kalau yang ini perlu kita koordinasi dengan BPKAD NTB, apakah area 17 are ini milik pemprov yang sempat ditawarkan ke investor atau tidak. Karena ada tanah pemda kurang lebih 7 hektare dan 5 hektare tanah milik masyarakat di sana," kata dia.

"Tapi yang jelas kita akan dalami apakah lahan yang ditawarkan tersebut berada diantara keduanya. Koordinasi dengan Pemda Lombok Barat dan tentu saja Biro Kerjasama atau BPKAD untuk memastikan posisi lahan dimaksud," imbuh Yusron.

Sebagai informasi, Selain Gili Tangkong, situs Private Island Online juga menawarkan sejumlah pulau lain di Indonesia. Terdapat 8 pulau di Indonesia yang ditawarkan salah satunya Gili Tangkong. Adapun 8 pulau yang dijual, yakni Pulau Tojo Una Una, Sulawesi Tengah, Pulau Gili Tangkong, Lombok Barat, NTB

Selanjutnya Pulau Ayam, Kepulauan Riau, Pulau Panjang, Pulau Kembung dan Yudan Kepulauan Anambas Riau, Pulau Sumba, NTT, Gili Nanggu (NTB), Pulau Sumba, Pulau Pulau A-Frames, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.

Harga dari pulau-pulau tersebut tidak disebutkan, hanya dituliskan sesuai permintaan. Ada juga pulau yang disewakan di Indonesia, yaitu Pulau Macan, Kepulauan Seribu, Pulau Joyo, Riau, Pulau Pangkil, 95 km dari Singapura dan Isle Des Indes, Kepulauan Seribu.

Total pulau yang dijual di seluruh dunia di situs tersebut adalah 693 pulau. Sedangkan pulau yang disewakan ada 252 pulau di seluruh dunia. Private Islands Inc. mengklaim dirinya sebagai pasar global terkemuka untuk penjualan dan persewaan pulau pribadi.

"Baik Anda ingin membeli pulau impian atau siap menjual properti berharga Anda, kami 100 persen berdedikasi untuk dunia pulau pribadi," tulis Private Islands Inc.

Selain itu web Private Islands Online juga mengklaim menjadi satu-satunya situs web real estat internasional yang didedikasikan khusus untuk properti pulau.

Web yang dibuat pada 1999 itu telah dikunjungi lebih dari 4 juta pengunjung per tahun dan 70.000 pelanggan. Private Islands Online bekerja dengan perwakilan dari pulau, baik itu pemilik atau agen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini