Miliarder Ini Harus Hancurkan Propertinya Senilai Rp896 Miliar, Salahnya Apa?

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 470 2358619 miliarder-ini-harus-hancurkan-propertinya-senilai-rp896-miliar-salahnya-apa-WME5umfx0H.jpg Properti milik Chateau Diter (Foto: Express Digest)

JAKARTA Properti orang kaya tidaklah selamanya berjalan baik. Contohnya saja properti milik pengembang properti yang juga milarder asal Inggris Patrick Diter.

Pengadilan Perancis menjatuhkan vonis hukuman kepada Pengembang Properti yang juga miliarder Inggris Patrick Diter. Hal ini dikarenakan membangun rumah secara ilegal di kawasan hutan lindung.

 Baca juga: Ada 'Pesawat Luar Angkasa' di Tengah Hutan, Ternyata Rumah Orang Tajir

Patrick Diter dan istrinya, Monica, ingin membeli vila di Tuscany. Sebaliknya, pasangan itu akhirnya membangun rumah bergaya Tuscan mereka sendiri yang luas senilaiU SD64 juta atau Rp896 miliar (kurs Rp14.000 per USD) di Grasse. Di mana, Grasse sebuah kota di selatan Prancis yang berjarak kurang dari satu jam berkendara dari Nice.

Rumah besar seluas 32.000 kaki persegi, yang dijuluki "Chateau Diter", memiliki 18 suite, dua landasan helikopter, kolam renang, dan taman yang terawat. Sayangnya, itu mungkin tidak akan bertahan lebih lama.

 Baca juga: Viral Rumah Pesawat Luar Angkasa Rp2,08 Triliun, Ternyata di Dalamnya Ada Ini

Dilansir dari Business Insider, Jakarta, Senin (8/2/2021), karena pembangunan tersebut, Pengadilan tertinggi Prancis telah menguatkan keputusan tahun 2019 bahwa Chateau Diter dibangun secara ilegal. Pengadilan juga dilaporkan mendenda Diter USD550.000 dan mengatakan dia akan dikenakan biaya tambahan USD600 per hari jika puri itu tidak dihancurkan pada Juni 2022.

Diter telah berjuang untuk mempertahankan propertinya yang mewah selama bertahun-tahun dan denda terus menumpuk. Pada Maret 2019, pengadilan banding di Aix-en-Provence memutuskan chateau itu dibangun tanpa izin di kawasan hutan lindung.

Pengadilan memerintahkan Diter untuk menghancurkannya dalam waktu 18 bulan atau membayar denda USD226.000 serta tambahan USD565 per hari untuk setiap hari rumah tetap berdiri melewati batas waktu.

Namun hampir dua tahun kemudian, pengembang asal Inggris tersebut masih belum siap untuk mengakui kekalahan.

"Keputusan ini bukan epilog dari kasus ini. Bahkan, gagasan untuk menghancurkan Chateau Diter, yang merupakan mahakarya arsitektur, tidak terbayangkan dan konyol. Kita akan berjuang untuk menghindari ini,” kata pengacara Diter, Philippe Soussi.

Kemudian, Soussi "mengisyaratkan" bahwa dia dan Diter akan membawa kasus ini ke Pengadilan Hak Asasi Manusia di Eropa.

Mengetahui hal tersebut, Anggota Dewan Kota Grasse, Paul Euzière memberikan tanggapannya.

"Itu konyol. Tidak ada yang melanggar hak asasi manusia Patrick Diter. Haknya telah diperhitungkan di setiap langkah selama perjalanan hukum ini,” kata Paul Euzière.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini