Wapres Ma'ruf Sebut Kebutuhan Rumah di Indonesia Capai 11,4 Juta Unit

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 09 Februari 2021 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 09 470 2359282 wapres-ma-ruf-sebut-kebutuhan-rumah-di-indonesia-capai-11-4-juta-unit-VvXQ4nB7Zn.jpg Maruf Amin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut angka kebutuhan rumah (backlog) di Indonesia masih sangat tinggi. Bahkan angka kebutuhan rumah untuk masyarakat juga terus bertambah setiap tahunnya.

Hal tersebut menyusul pertumbuhan penduduk juga yang terus mengalami peningkatan. Adapun saat ini, diperkirakan angka kebutuhan rumah berdasarkan kepemilikan mencapai 11,4 juta unit.

 Baca juga: 5 Barang Ini Hampir Dilupakan saat Beres-Beres Rumah

"Angka backlog atau kebutuhan perumahan dibandingkan dengan ketersediaan di Indonesia masih cukup tinggi. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, kebutuhan terhadap rumah juga terus bertambah," ujarnya dalam acara Munas APERSI secara virtual, Selasa (9/2/2021).

Menurut Ma'ruf Amin, hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk bisa mengatasinya. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan beberapa langkah untuk bisa mengatasi hal tersebut.

 Baca juga: Dear Investor Properti, Peluang di Jabodetabek Masih Besar Lho

Misalnya adalah dengan memberikan bantuan pembiayaan kepemilikan rumah. Ada berbagai macam skema bantuan pembiayaan untuk masyarakat dari mulai Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), dan Bantuan Uang Muka.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, pemerintah juga melakukan reformasi birokrasi dan perizinan. Tujuannya adalah untuk semakin mempermudah perizinan untuk pembangunan rumah subsidi kepada masyarakat.

"Ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk segera mengatasinya. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya diantaranya dengan memberikan bantuan pembiayaan kepemilikan rumah, reformasi perizinan, dan insentif fiskal," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini