Mengintip Miliarder Afrika yang Makin Tajir Melintir di Tengah Covid-19

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 455 2359621 mengintip-miliarder-afrika-yang-makin-tajir-melintir-di-tengah-covid-19-ka1rIFXRRl.png Daftar Orang Terkaya Afrika. (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA - Orang kaya di Afrika berhasil melewati masa-masa sulit dalam pandemi Covid-19. Tercatat ada 18 miliarder yang memiliki kekayaan dengan rata-rata sebesar USD4,1 miliar. Jumlah kekayaan tersebut menandakan adanya kenaikan sebesar 12% bila dibandingkan 2019.

Orang terkaya Afrika pada tahun 2021 tak bergeser selama sepuluh tahun berturut-turut, yaitu jatuh kepada Aliko Dangote dari Nigeria. Dia adalah pengusaha semen yang ditaksir nilai kekayaan bersihnya mencapai USD12,1 miliar.

Baca Juga: 3 Orang Terkaya di Solo, Bos Sritex Salah Satunya

Dilansir dari Forbes, Rabu (10/2/2021), harta Aiko naik sekitar 30% atau USD2 miliar jika dibandingkan dengan tahun lalu. Orang terkaya nomor dua di Afrika dipegang oleh Nassef Sawiris dari Mesir, yang aset terbesarnya adalah hampir 6% saham di pembuat pakaian olahraga Adidas.

Kemudian, posisi ketiga ditempati oleh Nicky Oppenheimer dari Afrika Selatan, yang mewarisi saham di perusahaan berlian. Dia menjual 40% saham keluarganya di DeBeers kepada raksasa pertambangan AngloAmerican seharga USD5,1 miliar.

Baca Juga: Jalan Panjang Jeff Bezos Jadi Orang Kaya, dari Garasi Rumah hingga Gurita e-Commerce di Dunia

Miliarder yang paling sukses adalah seorang taipan semen asal Nigeria lainnya, yakni Abdulsamad Rabiu. Saham perusahaan yang dia miliki, yaitu BUA Cement PLC tercatat nilainya naik berlipat gandi pada Januari 2020 lalu. Hal itu mendorong kekayaan Rabiu naik luar biasa 77%, menjadi USD5,5 miliar. Dengan kekayaan itu dia tercatat menduduki orang terkaya ke-6 di Afrika.

Satu hal yang perlu diperhatikan: Rabiu dan putranya bersama-sama memiliki sekitar 97% dari perusahaan, memberikan perusahaan keuntungan publik kecil. Bursa Efek Nigeria mensyaratkan 20% atau lebih saham perusahaan untuk diapungkan ke publik, atau saham yang diapungkan bernilai setidaknya 20 miliar naira sekitar USD50 juta jumlah yang tidak seberapa.

Seorang juru bicara Bursa Efek Nigeria mengatakan kepada Forbes bahwa BUA Cement memenuhi persyaratan kedua. (Forbes mendiskontokan nilai saham ketika float publik suatu perusahaan kurang dari 5%.

Sementara beberapa orang menjadi lebih kaya hingga miliaran, dua dari daftar terkaya Afrika tahun 2020 turun di bawah angka USD1 miliar. Faktanya, hanya dua miliarder wanita dari Afrika yang jatuh dari daftar.

Forbes menghitung bahwa kekayaan Folorunsho Alakija dari Nigeria, yang memiliki perusahaan eksplorasi minyak, turun di bawah USD1 miliar karena penurunan harga minyak. Dan Isabel dos Santos, yang sejak 2013 telah menjadi wanita terkaya di Afrika, tersingkir dari kedudukannya oleh serangkaian keputusan pengadilan yang membekukan asetnya di Angola dan Portugal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini