Mengenang Tong Djoe, Pengusaha Pejuang di Balik Berdirinya Pertamina

Fakhri Rezy, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 455 2359812 mengenang-tong-djoe-pengusaha-pejuang-di-balik-berdirinya-pertamina-Hlw7ixGq7O.jpg PT Pertamina (Shutterstock)

JAKARTA - Pendiri PT Pertamina, Tong Djoe tutup usia pada Senin, 8 Februari 2021. Dirinya meninggal dunia di usia 94 tahun.

Menurut mantan anggota DPR RI, Engelina Pattiasina, kala itu Tong Djoe banyak memberikan sumbangsih untuk kelangsungan operasional Permina di Pangkalan Brandan.

 Baca juga: Pendiri Pertamina, Tong Djoe Meninggal Dunia di Usia 94 Tahun

"Karena negara saat itu tidak mungkin menurunkan anggaran, beliau turun tangan untuk melakukan pinjaman kecil-kecilan di Singapura dan Hongkong untuk teman-temannya, Ibnu Soetowo dan JM Pattiasina yang sedang berjuang mendirikan industri minyak nasional di Pangkalan Brandan agar Permina bisa beroperasi. Hal Itu dilakukan sebelum kredit minyak pertama untuk Pertamina turun dari Nosodeco - Jepang," papar Engelina dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Menurut dia, Tong Djoe adalah sosok yang bekerja dalam diam, di belakang layar. Jasanya untuk Republik Indonesia sangat besar.

 Baca juga: Bos Pertamina: Tesla Berminat di Energy Storage, Bukan Baterai Mobil Listrik

"Selain nama-nama pendiri Pertamina antara kain Ibnu Soetowo dan JM Pattiasina, Tong Djoe adalah sosok yang tidak mungkin diabaikan dalam berdirinya Industri Minyak Nasional, Pertamina," kata putri JM Pattiasina ini.

Tong Djoe sendiri sudah lama berbisnis multi bidang di Indonesia, khususnya dengan pebisnis China. Saking dekat dengan pebisnis China, dia berperan menjembatani pembukaan kembali hubungan diplomatik Indonesia dengan China pada dasawarsa '90-an.

Meski sepi dari pemberitaan dalam lima tahun, Tong Djoe selama ini dikenal sebagai pemilik perusahaan Tunas Group Pte. Ltd. dan banyak berperan dalam membuka kembali hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok.

Pengusaha kapal ini telah menjalin hubungan dengan para presiden Indonesia sejak pada masa Presiden Sukarno. Dalam hubungannya dengan sejumlah presiden Indonesia belakangan ini, Tong Djoe banyak berperan dalam menciptakan jalinan usaha dagang antara para pengusaha Indonesia dan Tiongkok dan memberikan nasihat kepada beberapa presiden dalam berhubungan dengan negara tersebut.

Atas perjuangan Tong Djoe dan segala upayanya dalam membantu Indonesia, sejak perang kemerdekaan hingga masa pembangunan ekonomi, Presiden Habibie atas nama Republik Indonesia memberikan Penghargaan Bintang Jasa Pratama kepada taipan ini, 25 Agustus 1998, diserahkan langsung oleh Menlu Ali Alatas di Gedung Deplu Pejambon, Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini