Isabel, Mantan Anak Presiden yang Terdepak dari Jajaran Miliarder Afrika

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 12 Februari 2021 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 455 2360657 isabel-mantan-anak-presiden-yang-terdepak-dari-jajaran-miliarder-afrika-1Q30VqufUR.png Isabel dos Santos. (Foto: Okezone.com/Forbes)

Kemudian, pada awal 2020 Dos Santos menggugat Gomes karena pencemaran nama baik di pengadilan Portugis. Dia mempermasalahkan Gomes men-tweet dan muncul di TV dengan mengatakan bahwa bank Dos Santos adalah mesin pencucian uang untuknya. Dos Santos kalah dalam kasus tersebut, tetapi pengacaranya telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Kekaisaran Mulai Runtuh

Kerajaan Dos Santos mulai runtuh di bawah kepemimpinan presiden baru Angola, João Lourenço, yang menjabat pada September 2017 setelah ayah Dos Santos meninggalkan jabatannya. Lourenço berjanji akan memberantas korupsi yang membuat Angola menjadi terkenal.

Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga antikorupsi Transparency International yang melabeli Angola sebagai salah satu negara yang paling korup di dunia.

Dua bulan setelah masa jabatannya, dia memecat Dos Santos sebagai kepala perusahaan minyak negara Sonangol, posisi yang telah ditunjuk oleh pemerintah ayahnya pada Juni 2016.

Tetapi langkah yang lebih besar terjadi pada Desember 2019. Sebagai bagian dari penyelidikan korupsi, pengadilan Angola membekukan aset di negara milik Dos Santos dan suaminya termasuk saham di perusahaan telekomunikasi seluler Unitel dan di beberapa bank.

Perintah pengadilan menyatakan bahwa Exem Energy BV, entitas yang dimiliki oleh Dos Santos dan Dokolo, telah berjanji untuk membayar setidaknya USD75 juta hutangnya kepada Sonangol, tetapi gagal melakukannya.

Pengadilan juga mengklaim bahwa pasangan itu dan salah satu rekan bisnis mereka telah menyebabkan pemerintah Angola kehilangan setidaknya USD1,1 miliar. Pada Januari 2020, jaksa agung Angola mendakwa Dos Santos dan Dokolo dengan penggelapan dan pencucian uang.

Pada saat itu, Dos Santos mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa tuduhan terhadapnya sangat menyesatkan dan tidak benar. Dia mengaku seorang pebisnis yang selalu patuh terhadap hukum yang berlaku di negara manapun.

Pada bulan yang sama, melalui Luanda Leaks terungkap sebanyak 700.000 dokumen mengungkapkan kalau Dos Santos menguasai aset dengan cara illegal. Ini mengkonfirmasi pelaporan yang dilakukan Forbes pada tahun 2013 tentang Dos Santos yang secara korup mendapatkan saham di perusahaan Angola.

Luanda Leaks juga menyoroti para pendukungnya: firma konsultan dan akuntan seperti McKinsey dan PwC, serta sekelompok bankir dan pengacara yang membantu Dos Santos mendapatkan kekayaannya dan memindahkannya ke luar negeri.

Dalam pernyataan Desember 2020, PwC mengatakan bahwa ketika tuduhan itu terungkap, pihaknya mengambil langkah segera untuk mengakhiri hubungannya dengan perusahaan yang terlibat dan bahwa beberapa karyawan senior meninggalkan perusahaan atau tunduk pada tindakan perbaikan lainnya.

Juru bicara McKinsey mengatakan perusahaan tidak lagi menganggap Dos Santos atau perusahaannya sebagai klien. Sejauh ini, tidak ada perusahaan jasa profesional yang dituduh melakukan kesalahan, meskipun tahun lalu regulator Portugis menyelidiki firma audit yang bekerja dengan Dos Santos dan dilaporkan menemukan bahwa beberapa tidak mengambil langkah untuk menghentikan kemungkinan pencucian uang.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini