Dino Patti Djalal Jadi Korban Mafia Tanah, Menteri ATR: Jangan Kasih Sertifikat Tanah ke Orang Lain

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 470 2360610 dino-patti-djalal-jadi-korban-mafia-tanah-menteri-atr-jangan-kasih-sertifikat-tanah-ke-orang-lain-myxcjcdBda.jpg Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kasus penipuan sertifikat tanah menimpa Penasihat Kemenparekraf Dino Patti Djalal. Hal ini pun menjadi pelajaran berharga pada masyarakat agar lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan, ada beberapa pelajaran yang bisa diambil oleh masyarakat untuk lebih waspada. Salah satu yang paling penting, jangan pernah memberikan sertifikat tanah ke orang lain.

Baca Juga: Hari Ini, Sofyan Djalil Buka-bukaan soal Dino Patti Djalal Jadi Korban Mafia Tanah

"Sekarang yang menjadi masalah ini penipuan ini terjadi, pelajaran paling berharga adalah pertama jangan pernah kasih sertifikat ke orang deh," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (11/2/2021).

Apalagi, lanjut Sofyan, jika orang yang diberikan sertifikat tersebut tidak terlalu dekat. Oleh karena itu, sebelum mempercayakan sertifikat tanah harus terlebih dahulu meneliti dan mengenali orang yang dititipkan.

Baca Juga: Mafia Tanah Berkeliaran, Bagaimana Cara ATR Bersih-Bersih?

"Jangan pernah kasihkan sertifikat, kalau misalnya Anda tidak yakin dengan siapa berhubungan jangan pernah memberikan sertifikat," jelasnya.

Jika orang tersebut beralasan akan melakukan pengecekan ke kantor BPN, ada baiknya ikut mendampingi. Karena, beberapa kasus serupa juga sempat terjadi ketika sertifikat tersebut dipercayakan justru dipalsukan oleh oknum tertentu.

"Kalau mengecek ke BPN baiknya ditemani. Barangkali begitu, kalau anda tidak yakin dengan notarisnya itu banyak terjadi, sertifikat itu dilepas," jelas Sofyan.

Kemudian dalam memeriksa identitas dari orang yang dipercaya juga harus teliti. Karena dalam beberapa kasus, ada orang yang dipercaya untuk mengurus sertifikat justru menggunakan identitas palsu.

"Ada orang yang memalsukan macam-macam itu seolah-olah menjadi figur, nama saya tapi foto orang lain. Tapi BPN tidak bisa tahu, kalau nama saya mungkin wajah saya dikenal, tapi nama si A foto orang lain tapi BPN tidak bisa membuktikan si A atau bukan," kata Sofyan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini