6 Cara Sukses Pengusaha Indonesia Keturunan Tionghoa

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 13 455 2361337 6-cara-sukses-pengusaha-indonesia-keturunan-tionghoa-nsbSDbyRkQ.jpg Sukse Pengusaha Indonesia Keturunan Tionghoa. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Miliarder sukses di Indonesia diisi orang keturunan Tionghoa. Mereka memiliki sifat yang ulet ketika menjalani sebuah usaha dari titik nol hingga bernilai ratusan triliun.

Teranyar, peringkat pertama masih ditempati oleh Robert Budi dan Michael Hartono. Selama 10 tahun keluarga ini menempati peringkat pertama di deretan orang terkaya di Indonesia.

Berdasarkan catatan dari Bloomberg, Budi Hartono berada di peringkat 119 orang terkaya di dunia. Ditaksir total kekayaan dari pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA) itu sebesar USD17,3 miliar atau setara Rp242,35 triliun (mengacu kurs USD Rp14.009).

Selain itu, Budi bersama kakaknya Michael Hartono merupakan pemilik dari perusahaan rokok kretek terbesar di Indonesia, yaitu Djarum.

Kakak kandung dari Budi Hartono ini tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar USD16,2 miliar atau setara Rp226,94 triliun (mengacu kurs USD Rp14.009). Bloomberg menempatkan dia sebagai orang terkaya ke-127 di dunia. Apabila digabungkan, maka total kekayaannya mencapai Rp469,29 triliun.

Baca Juga: Harta Orang Terkaya Afrika Masih Kalah Jauh dari Miliarder Hartono Bersaudara

Guru Besar Manajemen Universitas Indonesia Rhenald Kasali berpendapat ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari kesuksesan keturunan Indonesia-China tersebut. Salah satunya adalah kerja keras saat merintis bisnis. Berikut adalah beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kesuksesan miliarder Chinese di Indonesia:

1. Karakter perantau

Keturunan Tionghoa yang sukses di Indonesia memiliki karakter perantau yang mirip dengan Yahudi, India dan Korea. Hanya saja tingkatannya berbeda. Menurut praktisi bisnis itu, keturunan China memiliki prinsip yang berbeda dengan perantau dari negara lain. Jika perantau Yahudi banyak yang menjadi ilmuan, perantau asal China lebih memilih menjadi pedagang.

Baca Juga: Isabel, Mantan Anak Presiden yang Terdepak dari Jajaran Miliarder Afrika

2. Modal kepercayaan dan kerja keras

Dengan karakter perantau sebagai wirausaha, para keturunan China memulai usahanya dengan modal kepercayaan dan kerja keras. Rhenald bilang, jika ada yang bertanya kenapa banyak orang China yang sukses, hampir semua jawaban mengatakan kepercayaan dan kerja keras.

Dari modal tersebut, lanjutnya, mereka bisa mengumpulkan uang, hidup hemat agar anak-anaknya bisa mendapat pendidikan yang baik.

3. Cara mendidik anak

Keturunan China juga mendidik anak agar tidak hidup boros. Tak hanya itu, ilmu berdagang juga sudah diturunkan orang tua sejak kecil. Misalnya, bermula dari usaha warung, orang tua akan memberikan kepercayaan ke anaknya untuk menjadi kasir.

“Jadi ada pekerjaan yang diberikan kepada orang yang dipercaya (yaitu anak),” kata Rhenald.

Dia menambahkan, mayoritas bisnis besar yang dimiliki orang terkaya di Indonesia bermula dari usaha kecil. Dari usaha warung, anak sudah dididik untuk mengenal apa itu berdagang. Dengan begitu, bisnis yang awalnya kecil menjadi besar itu bisa diturunkan ke generasi kedua hingga ketiga.

“Anaknya kemudian nerusin usaha karena sudah biasa nemenin bapaknya,” ucap dia.

4. Berani investasi

Keturunan China dinilai lebih berani berinvestasi dalam jangka yang panjang. Bukan cuma investasi uang, pertemanan juga bisa dianggap sebagai investasi. Namun, ada juga yang dinilai lebih perhitungan dan hidup hemat. Keturunan China yang hidup hemat lebih berhati-hati dalam menggunakan uangnya.

5. Jiwa sosial tinggi

Rhenald menyebut, umumnya mental perantau ini memiliki jiwa sosial yang kuat. Mereka mudah terenyuh bila mendengar ada golongan orang yang memerlukan beasiswa. Hampir rata-rata orang terkaya keturunan China memiliki yayasan sosial.

6. Percaya dengan keberuntungan dan nasib

Satu lagi yang membedakan pengusaha perantau dan pengusaha pribumi adalah kepercayaan mereka tentang keberuntungan dan nasib. Rhenald menuturkan, pengusaha keturunan sangat memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan keberuntungan dan nasib. Misalnya, saat membangun rumah mendatangkan ahli fengshui, saat memilih menantu akan mencari tahu apakah membawa keberuntungan atau tidak.

“Mereka juga menghormati leluhur, ketika ada leluhur yang meninggal mereka bikin upacara besar dan berebut mengurusnya karena mereka percaya akan mendatangkan keberuntungan yang tinggi dan mereka sangat percaya dengan keluarga. Ikatan saling menjaga kuat sekali,” kata Rhenald.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini