Sosok Sukanto Tanoto, Miliarder Sawit Asal RI yang Dikabarkan Beli Istana di Jerman

Dian Ayu Anggraini, Jurnalis · Minggu 14 Februari 2021 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 455 2361778 sosok-sukanto-tanoto-miliarder-sawit-asal-ri-yang-dikabarkan-beli-istana-di-jerman-JQWTVxbkvZ.jpg Sawit (Shutterstock)

JAKARTA - Sukanto Tanoto, salah satu pengusaha Indonesia kembali menarik perhatian. Sebelumnya mempunyai tanah di kawasan ibu kota baru, kini dirinya dikabarkan membeli kompleks Ludwig, bekas istana Raja Ludwig di München senilai 350 juta Euro atau setara Rp6 triliun.

Nama Sukanto Tanoto sendiri di Indonesia sudah tidak asing. Bahkan, dia menduduki peringkat 22 sebagai orang terkaya di Indonesia tahun 2020 versi Forbes.

 Baca juga: Miliarder Sukanto Tanoto Dikabarkan Beli Bekas Istana Raja di Jerman Rp5,9 Triliun

Dilansir dari laman Asia Pacific Resources International Limited (APRIL), Minggu (14/2/2021), pengusaha sukses asal Medan yang mendirikan kelompok bisnis besar bernama Royal Golden Eagle (RGE) ini, memulai bisnisnya dari sebuah toko kecil yang menyediakan suku cadang, sekitar 50 tahun yang lalu.

Hingga kini Tanoto telah berhasil mengantarkan RGE menjadi bisnis grup yang berbasis di Singapura. Di bawah kepemimpinannya, RGE telah memiliki aset aset lebih dari US$20 miliar dan total pekerja mencapai 60.000 orang.

 Baca juga: Bangun Ibu Kota Baru, Konsesi Lahan Sukanto Tanoto Segera Dicabut

Kelompok bisnis RGE, bergerak di berbagai industri yang mengelola sumber daya alam berkelanjutan. Di antaranya industri kertas dan pulp oleh (APRIL - Asia Pacific Resources International Holding Ltd dan Asia Symbol), industri perkebunan Kelapa Sawit (Asian Agri dan Apical), serat viscose (Sateri), specialty cellulose (Bracell Limited), dan pengembangan energy (Pacific Oil & Gas).

Produk yang dihasilkan kelompok bisnis RGE telah dipasarkan di banyak negara. Mulai dari Indonesia, Tiongkok, Brasil, Malaysia, Filipina, Finlandia, hingga Kanada. Jaringan pemasarannya pun telah tersebar di empat benua.

Dalam menjalankan bisnisnya, Tanoto selalu berusaha agar bisa bermanfaat untuk banyak pihak. Maka dari itu dia percaya bahwa kesuksesan perusahaan bergantung pada tanggung jawab terhadap masyakarat.

Dari sanalah lahir prinsip 5C yang selalu dia terapkan ketika menjalankan bisnisnya. Kelima prinsip tersebut di antaranya adalah good for community, good for costumer, good for country, good for climate, dan good for company.

Setiap unit bisnis di bawah naungan RGE selalu mengutamakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, dalam setiap program CSRnya, perusahaan melibatkan kemitraan dengan masyarakat lokal, menyediakan kemampuan bertanam, menyediakan berbagai pelatihan hingga bantuan ekonomi.

Pada 1981 Tanoto membentuk Tanoto Foundation yang memiliki fokus mengurangi kemiskinan melalui program pendidikan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Tanoto Foundation menyediakan bantuan berupa beasiswa bagi pelajar dan guru, membangun infrastruktur sekolah, hingga menyediakan perlengkapan sekolah seperti buku. Selain itu, Tanoto Foundation juga menyediakan sarana kesehatan di daerah terpencil serta tim respon cepat untuk membantu daerah yang terkena bencana alam.

Sukanto Tanoto merupakan anggota INSEAD International Council, the Wharton Board of Overseers, the Wharton Executive Board for Asia, serta teribat dalam banyak badan kemasyarakatan dan industri.

Tanoto adalah penerima Wharton School Dean’s Medal Award, yang merupakan pengakuan atas kontribusinya sebagai individu terhadap kemajuan ekonomi global serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dia juga berada dalam jajaran penerima penghargaan sebelumnya seperti termasuk beberapa kepala negara, penerima hadiah nobel serta beberapa pemimpin perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini