Fakta Fenomena Penjualan Hotel dan Kos-Kosan, Ada Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 14 470 2361832 fakta-fenomena-penjualan-hotel-dan-kos-kosan-ada-apa-VpgmO9Arvx.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Sejumlah hotel mewah hingga kos-kosan dikabarkan dijual di sebuah situs jual-beli online. Hal ini karena industri perhotelan tidak berdaya akibat badai pandemi covid-19.

Hal tersebut dikarenakan keuangan dari pengusaha hotel mulai terganggu. Mengingat okupansi hotel selama masa pandemi covid-19 hanya sekitae 20% saja.

 Baca juga: Kos-kosan Dijual Online, Pengusaha: Buat Nyambung Hidup, Kondisinya Memang Berat

Ada sejumlah fakta menarik dari kondisi pengusaha hotel dan kos-kosan selama masa pandemi. Berikut Okezone telah merangkumnya pada Senin (15/2/2021).

1. Kondisi Pengusaha Hotel Parah

Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sutrisno Iwantono mengakui bahwa kondisi keuangan hotel sudah sangat parah. Sebab, okupansi hotel masih berkisar 20% di masa pandemi.

Baca juga: Kos-kosan Sepi, Banyak yang Dijual Online

"Cash flow memang sudah parah. Jadi ada yang memang mendekati tutup ya itu mungkin saja," ucapnya

2. Hotel Dijual Karena Masalah Cashflow

Terkait penjualan hotel di situs jual beli online, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. Sebab, tidak ada keharusan para anggota PHRI untuk melaporkan jika ingin menjual hotel.

“Ini masalah cash flow, jadi mereka tidak terlalu terbuka. Jika mau cek bisa langsung ke hotelnya saja. Kan ada nomer di situs itu,” ucap Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sutrisno Iwantono.

3. Okupansi 20% Tak Membantu Cashflow

Dengan okupansi 20% tidak bisa membantu keuangan pelaku usaha hotel. Dibuka hotel yang ada saat ini, agar tidak memperbesar kerugian.

4. Kos-kosan Juga Mulai Dijual

Ribuan kos-kosan di Yogyakarta mulai ditawarkan di lapak online. Harga yang ditawarkan pun beragam dari Rp1 miliar hingga Rp12 miliar.

Adapun rata-rata harga tertinggi banyak dijual kos eksekutif walaupun banyak juga yang diobral murah. Tingginya penjualan kos-kosan di Yogyakarta tak dipungkiri akibat terdampak corona.

5. Kosan Dijual Demi Menyambung Hidup

 

Salah satu pengusaha kos-kosan di daerah Condong Catur, Yogyakarta Hanggoro Suwignyo. Pihaknya menyebut penjualan kos-kosan lewat lapak online terus meningkat karena bangkrut hingga menyambung hidup.

"Itu pilihan terakhir, pertama menanggung rugi dan kedua buat menyambung hidup. Lha mau gimana lagi soalnya kondisinya memang berat,” ucapnya

6. Penderitaan Pengusaha Kosan Terjadi Sejak Pertengahan Tahun Lalu

Penderitaan pengusaha kos di Jogja mulai terasa sejak pertengahan tahun lalu ketika pemerintah menetapkan kondisi darurat corona. Akibatnya banyak mahasiswa yang akhirnya meninggalkan kota pelajar.

"Nggih seperti ini keadaan sekarang, penghuni kos jadi sepi karena banyak yang memilih pulang ke rumah karena kampus kebanyakan kuliah lewat internet," kata pengusaha kos-kosan di daerah Condong Catur, Yogyakarta Hanggoro Suwignyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini