Peluang Bisnis Burung Puyuh Bisa Kantongi Rp25 Juta

Enrico Ngantung, Jurnalis · Selasa 16 Februari 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 16 455 2362881 peluang-bisnis-burung-puyuh-bisa-kantongi-rp25-juta-MspnLcdgBQ.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

LAMPUNG - Budidaya burung puyuh menghasilkan keuntungan. Selama pandemi banyak orang yang makin kreatif untuk memperbaiki ekonominya. Kreativitas dan ketekunan yang sebenarnya membuka peluang usaha.

Nurhayati, salah satu yang memulai usaha di tengah kondisi sulit seperti ini. Usaha burung puyuh yang dijalankannya sekarang dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan yang terbilang lumayan.

Baca Juga: Pentingnya Evaluasi Ide Bisnis, Lakukan 3 Tips Berikut Ini

Sejak Februari 2020, dia mampu menghasilkan Rp840 ribu per hari dari 2.400 ekor burung puyuh yang dijualnya. Selain itu, omzet yang diraup bisa mencapai Rp25 juta dalam satu bulan.

Menurut wanita asal Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung ini untuk merawat burung puyuh, suhu dalam ruangan harus terjaga dengan baik. Suhu yang tidak teratur akan menghambat kinerja burung puyuh untuk menghasilkan telur puyuh.

Baca Juga: Peluang Bisnis Hari Valentine, Jual Rangkaian Bunga secara Online

Budidaya burung puyuh juga tidak memakan lahan yang besar. Ukuran burung yang kecil dan telur yang dihasilkan sekitar 20-25 gram per hari ini bisa dibudidayakan di lahan sekitar pekarangan rumah.

Kandang burung puyuh juga bisa disusun bertingkat. Itu juga salah satu alasan biaya yang dikeluarkan oleh peternak tidak terlalu besar.

Selama pandemi, banyak pengusaha yang gulung tikar akibat daya beli konsumen yang rendah. Namun tidak bagi Nurhayati, karena penjualan telur puyuh miliknya langsung dibeli oleh distributor.

Setiap bisnis yang dijalankan pasti punya kendalanya masing-masing. Salah satu yang jadi kendala selama penjualan burung puyuh ini adalah musim hujan.

Jadi, prospek bisnis burung puyuh ini sangat menjanjikan. Bisnis ini juga belum diisi oleh korporasi. Selain itu, biaya produksi yang jauh lebih ekonomis dibanding ternak daging dan telur ayam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini