Cerita Mendag Lutfi soal Pengusaha Kulit Bangkrut dan Jadi Pelayan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 17 Februari 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 17 455 2363575 cerita-mendag-lutfi-soal-pengusaha-kulit-bangkrut-dan-jadi-pelayan-fwUXtGH8D6.jpg Mendag Muhammad Lutfi (Setkab)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengutarakan, sebuah kisah ihwal gagalnya seorang pengusaha yang kini menjadi seorang pelayan. Pengusaha itu adalah penjual material kulit hewan atau exotic leather.

Cerita itu bermula usai Lutfi dilantik sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Agus Suparmanto, di Istana Negara pada Desember 2020 lalu. Setelah dilantik, dirinya tengah pun berbincang dengan seorang pelayan.

 Baca juga: Strategi Pemasaran Digital Lewat Situs Web? Pertimbangkan 6 Hal Berikut

"Jadi, dalam waktu selesai dilantik, saya lagi makan, ngobrol sama pelayan, cerita bagaimana tentang susahnya mengekspor, dia pake CV Pak Menteri, dia pake CV, bangkrut CV-nya karena tidak dibayar oleh pembelinya di luar negeri, orang Korea," ujar Lutfi Rabu (17/2/2021).

Dari cerita itu, Lutfi menilai pengusaha nasional masih dihadapkan pada persoalan kerumitan birokrasi dan perizinan. Perkara itu bahkan diikuti oleh pemahaman para pebisnis ihwal pemetaan market di tingkat global.

 Baca juga; Peluang Bisnis Burung Puyuh Bisa Kantongi Rp25 Juta

"Setelah izin, jadi pengusaha mereka dihadapkan lagi sesuatu yang mereka tidak pernah lihat sebelumnya yaitu bagaimana sulitnya mencari market. Dan yang penting setelah marketnya di cari adalah bagaimana dapat dibayar oleh pembelinya," kata dia.

Persoalan lain adalah kualitas produk di Indonesia yang tercatat masih kalah dengan negara-negara Asia lainnya. Perkara kualitas menyebabkan pengusaha kesulitan mendapatkan pasar global.

"Perbedaan daripada kualitas. Karena kualitas yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan, orang korea menolak untuk membayar. Begitu menolak membayar 100 juta selesai ceritanya. Nah, ini saya tes, pengen tahu berapa lama, karena saya punya Dirjen pengembangan ekspor nasional. Pengen tahu Berapa lama bisa diselesaikan," Tutur Lutfi.

Saat ini pemerintah tengah mematok peningkatan eksportir hingga 500 ribu eksportir sampai 2030, baik skala besar maupun UMKM. Hanya saja masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha untuk merambah pasar internasional.

Lutfi sendiri mengajak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan sejumlah Menteri lainnya untuk duduk bersama membongkar kendala-kendala yang dihadapi oleh pelaku usaha tersebut.

"Jadi, minggu depan kita duduk sama-sama, kalau Pak Teten kosong (waktu) saya juga enggak keberatan rapat di tempatnya Pak Menteri. Supaya kita duduk, biar kita bongkar (permasalahannya)," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini