Kebutuhan Pembiayaan untuk Pertambangan hingga Real Estate Meningkat

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 19 320 2364785 kebutuhan-pembiayaan-untuk-pertambangan-hingga-real-estate-meningkat-23nH0sJGRn.jpg Peningkatan Kebutuhan Pembiayaan untuk Sektor Pertambangan. (Foto: Okezone.com/Shuterstock)

JAKARTA Bank Indonesia (BI) mencatat kebutuhan pembiayaan korporasi terindikasi meningkat 3 bulan mendatang, terutama untuk mendukung aktivitas operasional. Hal ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi 3 bulan mendatang sebesar 27,1%.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Informasi dan Komunikasi serta Real Estate.

Baca Juga: BI: Defisit Transaksi Berjalan 2020 Turun Jadi USD4,7 Miliar

"Kebutuhan pembiayaan korporasi tersebut sebagian direncanakan menggunakan Dana Sendiri (Laba Ditahan) serta sebagian lainnya dari kredit bank," kata Erwin di Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Penambahan pembiayaan rumah tangga pada 3 dan 6 bulan ke depan diindikasi masih terbatas. Bank umum masih menjadi preferensi utama rumah tangga dalam rencana pengajuan pembiayaan ke depan, terutama dalam bentuk Kredit Multi Guna, Kredit Pemilikan Rumah, dan Kredit Kendaraan Bermotor.

Baca Juga: Lantik 5 Pejabat Baru, Ini Pesan Gubernur BI

Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru terindikasi meningkat pada triwulan I-2021, tercermin pada SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 67,4%.

"Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan secara triwulanan diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank dan untuk seluruh jenis kredit," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini