7 Fakta Direksi dan Dewas LPI, Cara Jokowi Bangun RI Tanpa Utang

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 320 2365747 7-fakta-direksi-dan-dewas-lpi-cara-jokowi-bangun-ri-tanpa-utang-ei30oIuqwO.jpg Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

2. Kelahiran LPI Telat 40 Tahun

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa Indonesia termasuk negara yang sangat terlambat dalam pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF). Menurutnya beberapa negara di dunia telah membentuk SWF tersebut selama puluhan tahun.

“Negara seperti Uni Emirat Arab, Tiongkok, Norwegia, Saudi Arabia, Singapura, Kuwait, dan Qatar telah 30 tahun sampai 40 tahun yang lalu memiliki, mempunyai Sovereign Wealth Fund dan telah mempunyai akumulasi dana yang besar untuk pembiayaan pembangunan,” katanya saat memperkenalkan jajaran direksi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Meski terlambat, Mantan Gubernur DKI Jakarta yakin LPI yang dimiliki Indonesia bisa mengejar ketertinggalan.

“Walaupun lahir belakangan, dan tidak ada kata terlambat. Saya meyakini, INA mampu mengejar ketertinggalannya. Dan mampu memperoleh kepercayaan nasional dan internasional,” tuturnya.

3. CEO LPI Mau Bikin Iklim Investasi yang Nyaman Buat Investor

Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Ridha Wirakusumah menyatakan ingin menciptakan iklim investasi yang membuat investor nyaman berinvestasi.

"Yang pertama, yang ingin saya tekankan kami ingin menciptakan climate of investments sehingga para investor masuk ke RI lebih nyaman dan yakin," ujar Ridha dilansir dari Antara, Selasa (16/2/2021).

Ridha berharap investor bisa untuk bersama-sama berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia yang memiliki masa depan luar biasa, baik dari demografis, ukuran serta potensi bisnisnya.

"Yang kami cari adalah dana modal bukan dana pinjaman, dana yang kalau bisa value adding, dan yang tentunya juga dari sumber-sumber yang governance yang baik, clean," jelasnya.

Dia juga berharap semua dana yang diinvestasikan terus bertumbuh menjadi dana yang memakmurkan generasi-generasi berikutnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini