7 Fakta Direksi dan Dewas LPI, Cara Jokowi Bangun RI Tanpa Utang

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 320 2365747 7-fakta-direksi-dan-dewas-lpi-cara-jokowi-bangun-ri-tanpa-utang-ei30oIuqwO.jpg Jokowi (Foto: BPMI Setpres)


4. Sri Mulyani Suntik Dana Segar ke LPI

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani sebagai Dewan Pengawas LPI mengatakan, seluruh pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) sudah diselesaikan.

“Sesuai dengan mandat UU adalah membentuk dan menyusun dewan pengawas terutama tiga dari unsur profesional melalui panitia seleksi dan itu sudah diselesaikan dan waktu itu bapak Presiden telah bertemu jajaran dewan direksi yang tadi sudah diperkenalkan oleh bapak Presiden,” katanya hari ini (16/02/2021) pada Keterangan Pers Dewan Pengawas dan Dewan Direktur LPI secara virtual.

Sri Mulyani menuturkan, dengan terbentuknya dewan direktur dan dewan pengawas, LPI sudah mulai bekerja. Sesuai dengan mandat pemilihan dewan direktur dan yang kedua adalah berbagai tata kelola yang akan dibangun untuk LPI. Selain itu, dewan pengawas juga sudah memasukkan penyertaan modal pemerintah.

“Hari ini kami sudah memasukkan penyertaan modal pemerintah dalam rangka untuk bisa menjalankan apa yang disebut LPI atau INA ini. Dewan pegawas sudah bertemu yaitu, saya Sri Mulyani Menteri Keuangan sebagai anggota Ex Officio, Erick Thohir Menteri BUMN sebagai anggota Ex officio, Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes, dan Hariyanto sebagai anggota dewas,” tuturnya.

5. Kasus Korupsi 1MDB Tak Akan Terjadi di LPI

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, LPI bakal dikelola dengan baik. Serta menjamin LPI tidak akan berpotensi menjadi ladang korupsi seperti yang terjadi pada 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Saya bersama dengan Erick Thohir sebagai dua ex officio dalam SWF ini dalam merekrut seluruh dewan pengawas dan direksi titik terberatnya mencari orang yang menjanjikan dan memberikan keseluruhan profesionalitas mereka untuk menjaga SWF ini tidak mengalami kondisi tata kelola yang bisa menimbulkan risiko," jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/2/2021).

Dia mengatakan pihaknya akan rutin melakukan evaluasi semua langkah pengambilan keputusan, sehingga LPI tetap menjadi institusi dengan tata kelola yang baik.

"Kita akan menciptakan check and balance dalam decision making process baik dewan pengawas dan board of director dengan upaya maksimal dan tujuan baik yang akan menjaga SWF menjadi institusi yang baik, sound, dan memiliki tata kelola yang kuat," bebernya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini