7 Fakta Direksi dan Dewas LPI, Cara Jokowi Bangun RI Tanpa Utang

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 21 320 2365747 7-fakta-direksi-dan-dewas-lpi-cara-jokowi-bangun-ri-tanpa-utang-ei30oIuqwO.jpg Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

6. Erick Thohir Ungkap Target Pertama LPI

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus anggota Dewas LPI, Erick Thohir menilai, LPI akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Itu karena lembaga tersebut mampu membuka peningkatan potensi investasi. Tak hanya itu, LPI juga berpotensi besar bagi pembukaan lapangan kerja baru. Keberadaan LPI sendiri diperkuat oleh Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker).

"Dengan Cipataker kita bahkan lakukan dengan terobosan yaitu salah satunya dengan INA, ini unik, di mana, kita bersama-sama negara tertarik akan pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Erick Selasa (16/2/2021).

Saat ini pemerintah tetap fokus pada sejumlah projek pembanguanan yang diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan. Termasuk investasi langsung di bawah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dengan tim yang sudah dibentuk, diharapkan secara perlahan tim bekerja untuk menggenjot pertumbuhan Indonesia ke depan. Bahkan, Mantan Bos Inter Milan itu meyakini pada 2022 nanti pertumbuhan ekonomi dalam negeri mulai terealisasikan.

"Alhamdullilah Indonesia negara kaya, Allah sudah kasih kita SDA yang luar biasa. Sekarang kita perlahan-lahan membentuk tim juga yang mulai mencari atau memberikan kesempatan agar ada pertumbuhan di Indonesia, (seperti) di negara lain seperti India dan China, ini kan middle class atau kalangan menegahnya tumbuh," tutur dia.

7. LPI Adalah Cara Jokowi Bangun Indonesia Tanpa Utang

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau utang.

Untuk itu, kehadiran Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) adalah mencari investasi berupa modal, bukan dana pinjaman atau utang.

"Jadi sovereign wealth fund, otoritas Investasi Indonesia merupakan salah satu upaya pemerintah agar kami dapat menarik lebih banyak modal dari swasta asing untuk bermitra dengan kami dalam ekuitas farmasi. Karena Indonesia tidak bisa terus-menerus membangun dan mengembangkan dirinya hanya melalui pembiayaan yang berasal dari leverage atau utang," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (18/2/2021).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini