Menteri Basuki Mau Perbaiki 38 Jembatan di Pulau Jawa, Dananya dari Mana?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 320 2366464 menteri-basuki-mau-perbaiki-38-jembatan-di-pulau-jawa-dananya-dari-mana-A7odPt8OAP.jpg Ilustrasi Jembatan (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperbaiki 38 jembatan Callender Hamilton di Pulau Jawa. Di mana jembatan ini sudah berdiri sejak tahun 1970an.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, nantinya proyek perbaikan jembatan ini akan dilakukan lewat skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) availability payment (AP). Perbaikan 38 jembatan tua di Jawa ini sudah masuk ke dalam program Kementerian PUPR.

Baca juga: Ternyata Ada 6 Jenis Jembatan, dari Konstruksi Sederhana hingga Paling Kuat

“Kita mempunyai jembatan Callender Hamilton yang dibangun pada tahun 70 sebanyak 38 jembatan di Jawa ini yang sudah kami program kan untuk juga dibiayai oleh KPBU AP tapi dengan proyek pemrakarsa swasta,” ujarnya dalam acara Financial Close Proyek KPBU Kegiatan Preservasi Jalintim Sumsel, Senin (22/2/2021).

Saat ini lanjut Basuki, proses rencana perbaikan 38 jembatan ini memasuki tahap performance qualification (PQ) atau kualifikasi kinerja. Diharapkan proses PQ ini segera rampung sehingga bisa cepat dieksekusi

Baca juga: Sri Mulyani Pamer Bangun Jembatan Youtefa Pakai Utang

“Saat ini mungkin sudah PQ dapat segera kami laksanakan mohon dukungannya,” kata Basuki.

Menurut Basuki, perbaikan jembatan di Jawa ini sangat penting. Karena dari 38 jembatan yang ada, 3 diantarannya sudah bermasalah, dan dari 3 ada 1 yang sudah runtuh yakni di Pekalongan.

“Karena dari 38 ini 3 sekarang sedang bermasalah. Yang satu sudah runtuh yang jembatan Rembun di Pekalongan, 2 sudah bergeser yang satu 45 cm yang satu 44 cm,” kata Basuki.

Basuki menjelaskan, penggunaan pembiayaan lewat KPBU dengan pengembalian AP ini menyimpan banyak manfaat bagi pemerintah, investor dan masyarakat. Bagi investor, proyek ini lebih menarik karena pengembaliannya yang pasti.

“Saya selalu teringat pesan bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) untuk selalu mendorong proyek KPBU karena beberapa keuntungan KPBU ini. Pertama untuk swasta pasti lebih menarik karena pengembaliannya ada kepastian pembayaranya melalui AP ini,” kata Basuki.

Bagi pemerintah, proyek ini juga memiliki manfaat karena diawasi oleh banyak pihak. Hal tersebut berbeda jika menggunakan uang negara untuk membangunya karena hanya Kementerian PUPR saja yang bertugas mengawasi.

“Untuk pemerintah keuntungannya adalah proyek ini diawasi oleh banyak orang. Kalau APBN yang awasi hanya PUPR atau mungkin balai saja. Tapi dengan KPBU ini yang ngawasi ada pak Luki ada BSI (Bank Syariah Indonesia),” kata Basuki.

Bagi masyarakat juga bisa menerima manfaat dari pembangunan lewat KPBU ini. Karena, masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan yang baik dari pemerintah meskipun saat ini di tengah kondisi sulit akibat pandemi.

“Jadi apa yang disampaikan pak Dirjen tadi harus tertib administrasi. Itu harus tapi enggak cukup harus ada tertib teknik untuk bisa melayani masyarakat lebih baik. Ini salah satu keuntungan pemerintah dengan KPBU bisa melayani masyarakat dengan kepastian fan insyallah lebih baik,” kata Basuki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini