Harga Emas Berjangka Naik 1,7% Kembali ke Level USD1.800

Selasa 23 Februari 2021 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 320 2366604 harga-emas-berjangka-naik-1-7-kembali-ke-level-usd1-800-RnwmpoiqKf.jpg Emas (Foto: Ilustrasi Reuters)

JAKARTAHarga emas berjangka terangkat hampir 1,75% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mencatat keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut ketika ekspektasi kenaikan inflasi memicu kekhawatiran valuasi ekuitas dan mendorong investor menuju logam safe-haven, sementara dolar AS yang lebih lemah memberikan dukungan lebih lanjut.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman pada bulan April di divisi COMEX New York Exchange, melonjak USD31 atau 1,74% menjadi ditutup pada USD1.808,40 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (19/2/2021), emas berjangka menguat USD2,4 atau 0,14% menjadi pada USD1.777,40.

Baca juga: Harga Emas Naik Usai Anjlok Rp13.000, Berikut Daftarnya

"Kami melihat aliran investasi ke emas karena pelaku pasar semakin cemas tentang kenaikan suku bunga riil yang dapat memengaruhi valuasi ekuitas," kata ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali diansir dari Antara, Selasa (23/2/2021).

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai level tertinggi hampir satu tahun, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp13.000, Ini Daftarnya

Namun, meningkatnya imbal hasil riil dan kekhawatiran inflasi membuat valuasi ekuitas terlihat lebih longgar dan mendorong investor menuju aset-aset safe-haven seperti emas, yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

"Dolar saat ini sedang rendah dan itu mendukung. Alasan sebenarnya untuk kenaikan harga emas dalam jangka panjang adalah kemungkinan kenaikan inflasi," kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

Indeks dolar turun 0,4% ke level terendah lebih dari 1 bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Paket stimulus AS senilai 1,9 triliun dolar AS secara luas diperkirakan akan disahkan di akhir pekan ini, meningkatkan harapan pemulihan ekonomi yang cepat tetapi dengan biaya kenaikan inflasi.

Investor juga mengamati kesaksian Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell tentang Laporan Moneter Setengah tahunan ke Kongres pada hari Selasa waktu setempat. The Fed dan bank-bank sentral terkemuka lainnya telah menggantungkan harapan mereka pada suku bunga sangat rendah untuk mengeluarkan ekonomi dari kejatuhan akibat pandemi COVID-19.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 83,1 sen atau 3,05% menjadi ditutup pada USD28,085 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD10,8 atau 0,84% menjadi menetap di USD1.282,30 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini