Ekonomi Eropa Pulih, Indeks Dolar AS Melemah

Selasa 23 Februari 2021 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 320 2366609 ekonomi-eropa-pulih-indeks-dolar-as-melemah-SAWahUacbg.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Indeks dolar AS melanjutkan penurunan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dan mencapai posisi terendah terhadap pound Inggris dan dolar Australia. Dolar melemah di tengah pemulihan ekonomi Eropa.

Investor fokus pada janji vaksinasi virus corona dan prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang dapat mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi.

Melansir Antara, Selasa (23/2/2021), indeks dolar AS terakhir turun 0,3% dalam perdagangan sore di New York menjadi 90,046. Dolar telah mengalami tren turun pada Februari dan sekarang telah menyerahkan semua pemulihan Januarinya dari penurunan hampir 7% pada tahun lalu.

Baca juga: Dolar Menguat karena Ekonomi AS Semakin Cerah

Kemunduran dolar terbaru datang karena meluasnya keyakinan bahwa AS akan bertindak lebih jauh dari yang diperlukan untuk mendukung ekonomi dengan pengeluaran pemerintah dan kebijakan-kebijakan uang longgar serta berakhir dengan inflasi tinggi dan terlalu banyak utang tambahan.

Pasar akan mengamati kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell kepada Komite Perbankan Senat pada Selasa waktu setempat, untuk mencari tanda-tanda bahwa Federal Reserve AS mungkin menjadi kurang dovish dan lebih waspada terhadap inflasi.

Baca juga: Dolar Rebound Didongkrak Imbal Hasil Obligasi, Bitcoin Tembus USD50.000

Tren penurunan dolar AS telah terjadi saat imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun naik menjadi 1,37% dari 1,1% pada akhir Januari. Imbal hasil obligasi 10-tahun relatif stabil dalam perdagangan pada Senin (22/2/2021) sebelum kesaksian Powell, yang akan masuk ke hari kedua pada Rabu di hadapan komite lain.

"Dolar terus naik dan turun karena data AS yang telah melukiskan gambaran beragam dari ekonomi terbesar dunia," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, dalam sebuah catatan pada Senin (22/2/2021). Pelemahan dalam lapangan pekerjaan AS telah merusak reli dolar karena pasar melihat data pekerjaan yang goyah memperkuat komitmen Federal Reserve terhadap suku bunga rendah, tambah Manimbo.

Euro naik 0,4% terhadap dolar menjadi 1,2162 dolar. Data pada Senin (22/2/2021) menunjukkan kepercayaan bisnis Jerman naik lebih besar dari yang diperkirakan pada Februari, terutama karena sektor industri yang tangguh di negara itu.

Nilai tukar antara euro dan dolar akan bergantung "pada apakah ekonomi AS benar-benar akan mampu mencapai booming pasca lockdown yang lebih kuat daripada Eropa," kata analis Commerzbank Ulrich Leuchtmann.

Pound Inggris terakhir naik 0,5% menjadi 1,4066 dolar AS, level tertinggi sejak April 2018 ketika Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan jalan keluar dari penguncian atas keberhasilan relatif Inggris dalam menyediakan vaksinasi COVID-19.

"Kami jelas telah mulai memperkirakan banyak kabar baik," kata Ned Rumpeltin, kepala strategi mata uang Eropa di TD Securities.

Dolar AS jatuh ke posisi terendah tiga tahun terhadap dolar Australia, yang diuntungkan dari kenaikan harga-harga komoditas. Aussie terakhir naik menjadi 0,7917 dolar AS, level tertinggi sejak Maret 2018.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini